Senin, 21 Oktober 2019
Follow:  
www.siagaonline.com
 
Seorang Pengusaha Harus Mampu Berikan Dampak Positif Kepada Lingkungan Sekitar
Sabtu, 29-09-2018 - 06:22:14 WIB
TERKAIT:
 
  • Seorang Pengusaha Harus Mampu Berikan Dampak Positif Kepada Lingkungan Sekitar
  •  

    Siagaonline.com, Bandung - PT Santos Jaya Abadi melalui salah satu brand-nya Kopi Kapal Api, kembali hadir di Bandung dalam kegiatan Campus Talk di Universitas Pendidikan Indonesia. Acara ini menjadi bagian dari program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu, yaitu program menjaring pemuda Indonesia untuk menjalankan ataupun meningkatkan wirausaha sosial yang telah digelutinya. Program yang diluncurkan Juni lalu ini memperebutkan hibah modal usaha senilai 250 juta rupiah dan kesempatan mentoring bersama Yoris Sebastian, Founder & Creative Thinker OMG.

    Setelah berlangsung di Malang dan Jogja, Campus Talk Bandung bertajuk ‘Social Enterprise’ ini hadir bersama para sociopreneur Indonesia selaku mentor program yaitu Iwet Ramadhan (co-founder JKT Creative), Melia Winata (co-founder Du’Anyam) dan Titin Agustina (founder Kraviti), di moderasi oleh Darius Sinathrya.

    “Kami berharap setelah mendapat pengalaman inspiratif dari para mentor, pemuda Indonesia tergerak untuk berkecimpung di dunia wirausaha sosial,” kata Johnway Suwarsono, Group Brand Manager Kopi Kapal Api. Johnway lalu menambahkan bahwa program ini adalah bentuk nyata dari komitmen Kopi Kapal Api untuk mengembangkan potensi generasi muda Indonesia dengan memberdayakan mereka melalui jejaring serta pembekalan ilmu dan keterampilan sociopreneurship.

    Sementara Iwet Ramadhan bercerita tentang insipirasinya memulai karir sebagai sociopreneur. “Saya melihat peluang dan potensi ibu-ibu rusun di Jakarta yang di antara mereka adalah pengangguran tetapi keluarganya masih memerlukan dukungan finansial untuk kehidupan sehari-hari," kata Iwet.

    "Kami lalu terinspirasi untuk memberdayakan mereka dengan berbagai keterampilan sesuai kebutuhan masing-masing seperti menyulam, menjahit, ataupun membatik. Dengan menyediakan akses kepada pasar dan kegiatan promosi, mereka bisa mendapat penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan pekerjaan domestic,” jelasnya, di Bandung, Kamis (27/9/2018).

    Kelahiran JKT Creative juga terinspirasi dari kesadaran Iwet tentang rendahnya ketertarikan generasi muda Jakarta dengan souvenir khusus Jakarta. “Dalam memulai suatu hal, kita memang harus bisa melihat peluang yang bisa dimanfaatkan dan potensi dalam memberdayakan masyarakat untuk membawa dampak positif,” tambahnya.

    Melia Winata pun turut berbagi, ia menuturkan bahwa diibutuhkan kejelian untuk mengetahui kebutuhan masyarakat yang menjadi target pemberdayaan sehingga sesuai dengan kearifan lokal dan berkelanjutan. "Du’Anyam, wirausaha sosial yang berdiri sejak 2014 ini, melihat potensi alternatif pekerjaan mengayam yang sesuai dengan budaya lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu dengan mendukung anyaman NTT untuk mendunia," ungkap Melia.

    Du’Anyam adalah suatu usaha sosial yang dibangun oleh tiga sahabat Azalea Ayuningtyas, Melia Winata, dan Yohanna Keraf yang kemudian menjadi bukti nyata, bahwa dukungan ekosistem menjadi peran penting selain kejelian dan keyakinan. "Kami percaya bahwa dengan mengikuti program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu, partisipan tidak hanya belajar ilmu dan keterampilan tentangsociopreneurship, tapi juga memperluas jejaring yang bisa menjadi support system dalam membangun usaha sosial,” tambahnya.

    Sementara mentor asal Bandung Titin Agustina (founder Kraviti) yang kerap disapa Tina, terinspirasi oleh isu sosial yang ditemukan di lingkungannya melalui wirausaha sosial Kraviti. Ia mengisahkan terbentuknya Kraviti bermula dari hasil pengamatannya dimana banyak narapidana wanita yang ingin memiliki penghasilan saat keluar dari lapas, namun belum memiliki keahlian. “Dari sinilah saya terdorong untuk memberikan pelatihan bagi mereka. Agar usaha ini berkelanjutan, kami memastikan pelatihan ini sungguh-sungguh membangun keterampilan mereka, sehingga pelanggan yang membeli memang tertarik oleh produk Kraviti, bukan sekedar merasa iba,” urainya.

    Kraviti adalah usaha sosial berbasis pemanfaatan kain perca yang dijahit atau disulam menjadi satu kain untuk kemudian diolah menjadi bed cover, tas, sarung bantal, dan aksesoris rumah tangga lainnya. Selain memberdayakan narapidana wanita, Kraviti juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga sekitar dan berharap dapat menginspirasi para pemuda Indonesia, khususnya pemuda Bandung.

    “Ketika pertama kali Kraviti berdiri di tahun 2009, sociopreneurship masih sangat asing di Indonesia. Dengan adanya program ini, pemuda Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mempelajari ilmu dan keterampilan baru agar usaha sosial yang dijalani bisa bekerlanjutan,” tandasnya.

    “Jangan terlalu fokus membuat rencana bisnis, tapi tidak mulai-mulai. Untuk berkembang, harus mulai dulu. Dan berkembangnya sebuah bisnis adalah dari masalah-masalah yang dihadapi dan dilalui. Jadi, jangan takut untuk mulai," kata titin.

    Sebelumnya, Kopi Kapal Api telah sukses menyelenggarakan kegiatan Networking, Apprenticeship, dan Workshop Sociopreneurship di enam kota berbeda, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang dan Malang. Program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu ini bertujuan untuk menggugah semangat kewirausahaan sosial seluruh muda mudi Indonesia berusia 20-35 tahun dan pendaftaran proposal usaha sosial masih terbuka melalui platformwww.secangkirsemangat.id hingga 30 September 2018. Hingga saat ini sudah lebih dari 3.500 proposal yang didaftarkan dan lebih dari 20.000 anak muda Indonesia bergabung dalam gerakan Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu. Keseluruhan program akan berakhir pada Februari 2019 mendatang.

    Indra Setiyabudi (Brand Engagement Kapal Api) saat dijumpai siagaonline.com usai acara mengatakan bahwa sudah saatnya untuk menjadi lebih dari seorang pengusaha, tetapi menjadi seorang pengusaha yang mampu memberikan dampak positif kepada lingkungan sekitar.

    “Antusiasme untuk mengikuti program ini sangat tinggi. Sampai sekarang sudah terkumpul 4.000 proposal dan yang paling banyak berasal dari Sumatra," pungkasnya. (Red)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
    Silakan SMS/WatsApp ke:
    0852-6599-9456
    Via E-mail:
    red_siagaonlinepku@yahoo.com / redaksisiagaonline@gmail.com
    (Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)




    Loading...


     
    Berita Lainnya :
  • Seorang Pengusaha Harus Mampu Berikan Dampak Positif Kepada Lingkungan Sekitar
  •  
    Komentar Anda :

     
    GALERI FOTO
    Galeri Foto Pemkab Rokan Hulu:
    Hari Pertama Lebaran, Bupati Shalat Id, Halal Bihalal dan Gelar Open House di Rumah Dinas
     
    ADVERTORIAL
    Polsek KKP Polres Karimun Gelar Cipkon di Kawasan Pelabuhan
     
    TERPOPULER
    1 Perusahaan Hilangkan Hak Karyawan, Ratusan Buruh PT RGMS Gelar Mogok Kerja
    2 Diduga Perusahan Hilangkan Hak Karyawan, Buruh PT RGMS Gelar Aksi Mogok Kerja
    3 Ratusan Karyawan Pt. Asia Citra Melakukan Demo Tuntut Pembayaran Gaji Dan THR
    4 Bupati Bungkam?
    Mendagri Diminta Perintahkan Bupati Nias Barat Copot Oknum Kadis Terduga Mesum
    5 Ratusan Anggota FSPPP Melakukan Aksi Demo Kekantor Disnaker Rohil
    6 Terkait Penemuan Air Mineral Merk Crystalline Mengandung Kotoran dalam Kemasan, Konsumen Kecewa
    7 PT. Langgam Harmoni Tolak Serikat, Puluhan Karyawan Lakukan Mogok Kerja
    8 Siswai SMP Diperkosa dan Dibunuh, Ternyata Pelakunya Ayah Tiri Korban
    9 Coreng Nama Baik Instansi,
    Gawat!! Diduga Oknum Kadis Mesum, Diminta Bupati Nisbar Tindak Tegas Jangan Tebang Pilih
    10 Reses Anggota Dewan Rohil, Masyarakat Ajukan Pertanyaan Terkait Pilpeng
     
    Siaga Kepri | Kuansing | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016-2019 PT. Mafis Siaga Pers, All Rights Reserved
    Pengunjung hari ini : | Total pengunjung : 0 | Total Hits :