Rudi Lase Ketua LSM Penjara Kampar saat berada dilokasi kegiatan Pembangunan Dermaga Rakit Desa Parit Baru, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.SiagaOnline.com, Bangkinang - Baru beberapa bulan selesai dikerjakan kegiatan pekerjaan Pembangunan Dermaga Rakit Desa Parit Baru, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar di sudah mengalami kerusakan.
Menurut pantauan LSM Penjara dilapangan bahwa adanya dugaan konsultan perencanaan yang kurang profesional dalam bekerja hingga membuat rekanan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut diduga asal-asalan, kata Rudi Lase, Rabu (12/03/25).
"Proyek itu di kerjakan pada 27 Agustus Tahun 2024 dengan anggaran sebesar Rp. 1.346.942.000 melalui APBD Kampar dengan nilai yang cukup besar ini setidaknya Dermaga Rakit Desa Parit Baru ini harusnya megah dan kokoh, tapi nyatanya beberapa Material Pipa Besi yang telah terlaksana malah bengkok bahkan ada yang hampir ambruk," sebut Rudy Lase.
Selain itu, lanjut Rudi, seminisasi yang terbangun untuk akses jalan menuju Rakit sangatlah curam/tajam yang mengakibatkan warga setempat pernah mengalami jatuh ketika mengendarai sepeda motornya untuk turun kebawah, padahal warga sempat protes karena terlalu tajam, namun pihak rekanan yang mengerjakan mengacuhkan komplainan warga setepat, imbuhnya warga yang di tirukan.
"Saya menduga bahwa pipa besi yang terpasang untuk Dermaga hingga skor atas adalah bahan dari Pipa Galvanis, begitu sangat aneh dengan anggaran 1,3 milyar lebih kenapa tidak memakai besi yang lebih tebal lagi agar hasilnya tampak kokoh karena dermaga di pakai untuk belasan bahkan puluhan tahun, bukan untuk hitungan bulanan saja," beber aktivis pendemo ini.
Ditegaskanya, selain itu kami dari tim LSM Penjara Kampar menilai pihak rekanan kontraktor mengerjakan cara mengelas antara pipa ke pipa sangatlah buruk seperti tidak ada pengalaman kerja, terlihat hanya asal tempel lalu di las, dugaan kami bahwa dengan cara menempel lalu di las disinyalir tidak akan memberikan ketahanan yang kuat, apa lagi daerah kampar ini sedang di terpa bencana banjir besar.
"Atas temuan dugaan mark up yang mengarah pada tindak pidana korupsi, proyek ini akan segera kami laporkan secara resmi ke Intitusi Adhiyaksa Kampar untuk segera di proses, karena masih sangat banyak temuan yang kami dapati tentunya tidak dapat kami jelaskan secara rinci pada media," tutup Ketua Lase.
Untuk berimbang pemberitaan media ini belum berhasil konfirmasi Dinas terkait, akan tetapi media ini terus berupaya untuk melakukan konfirmasi. (Tim)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |