Breaking News
Tingkatkan Sinergitas Lintas Sektoral, Kanwil Ditjenim kepri Pimpin Rapat TIMPORA dan Operasi Gabungan se-Provinsi Kepri | PTBA Dampingi Petani Kopi Sawahlunto Panen dan Ciptakan Nilai Tambah | Polisi Tangkap Dua Pelaku Curat di Katibung, Satu Di Antaranya Masih Berstatus Pelajar | Pemdes Ruguk Distribusikan Bantuan Pangan Beras 20 Kg dan Minyak 4 Liter Kepada 1.381 Warga Penerima Manfaat  | Sekda Bengkalis Pimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026 | Rayen dan Cece Menangkan Bujang dan Gadis Muara Enim 2026 |

Masyarakat Dusun Saba Tarutung Desak Pemkab dan Polres Tapsel Usut Mafia Tanah
Jumat 11 April 2025, 18:42 WIB
Keterangan Foto: Warga Dusun Saba Tarutung berunjuk rasa di depan kantor Bupati dan Polres Tapsel.

Tapsel, SiagaOnline.com - Masyarakat Dusun Saba Tarutung, Desa Batang Tura, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menggelar aksi damai di kantor Bupati dan Polres Tapsel pada Kamis (10/4/2025), menuntut pengembalian tanah ulayat mereka yang dikuasai oleh oknum yang diduga sebagai mafia tanah. Aksi ini diikuti oleh sejumlah tokoh masyarakat, perangkat desa, dan perwakilan kepala keluarga Dusun Saba Tarutung.

Rahmad Syukur Harahap, Bendahara Kelompok Tani Dusun Saba Tarutung, yang mendampingi Ketua mereka, Awaluddin Harahap, menjelaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan meminta dukungan Bupati Tapsel dalam menyelesaikan permasalahan tanah ulayat yang telah berlangsung bertahun-tahun.

"Kami dari perwakilan masyarakat Dusun Saba Tarutung memohon kepada bapak Bupati agar turut serta mendukung perjuangan kami yang sudah bertahun-tahun perihal tanah ulayat kami yang diduduki mafia tanah,” teriak Rahmad.

Rahmad mengungkapkan kekhawatiran akan terjadinya tindakan melanggar hukum jika permasalahan ini tidak segera diselesaikan. Mereka juga menduga adanya upaya untuk menggagalkan kerjasama mereka dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL) dalam pengelolaan lahan tersebut.

"Guna menghindari bentrok atau terjadinya tindakan melanggar hukum ketika ada cara-cara yang sengaja membenturkan kami dengan oknum atau kelompok tertentu, oleh karenanya kami meminta bapak Bupati agar sudi kiranya membantu untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tambahnya.

Lanjutnya, bila ada langkah mereka yang keliru atau menyalahi aturan saat menggelar aksi ini, dapat dianggap suatu kebodohan pihaknya siap meminta maaf sebelumnya.

"Hanya, kami ini memiliki keberanian untuk memperjuangkan tanah ulayat kami,” pungkas Rahmad.

Menanggapi aksi tersebut, Asisten II Pemkab Tapsel, Jajang Maman, menyatakan bahwa aspirasi masyarakat akan disampaikan kepada Bupati untuk ditindaklanjuti. Setelah menerima respon dari perwakilan Bupati, massa kemudian melanjutkan aksi mereka ke Polres Tapsel dengan harapan yang sama, yaitu agar pihak kepolisian turut membantu mengusut dugaan mafia tanah di wilayah tersebut.

Di Polres Tapsel, masyarakat menyampaikan sejumlah poin tuntutan, antara lain meminta dukungan untuk mengembalikan tanah ulayat, mengusut oknum yang diduga menghalang-halangi upaya masyarakat, menelusuri sejarah kepemilikan tanah, mendukung kerjasama dengan pihak ketiga, mencegah konflik, dan mengevaluasi Ormas yang dinilai menimbulkan konflik.

Aksi ini merupakan buntut dari insiden penghadangan alat berat milik PT TPL beberapa hari sebelumnya, yang diduga sebagai upaya untuk menggagalkan kerjasama antara masyarakat Dusun Saba Tarutung dan PT TPL. Peristiwa tersebut bahkan berujung pada penganiayaan terhadap karyawan PT TPL. Identitas dan motif di balik pihak-pihak yang terlibat dalam konflik ini masih menjadi pertanyaan dan membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.(Amils





Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top