SiagaOnline.com, Lingga – Aksi premanisme yang berkedok organisasi masyarakat (LSM) kembali memicu kekhawatiran di Kabupaten Lingga. Kali ini, Mandala Pancur, seorang tokoh muda yang dikenal sebagai anak kampung, berani angkat bicara keras mengenai tindakan oknum-oknum LSM yang meresahkan masyarakat. Dua nama yang mencuat dalam pernyataannya adalah oknum dari LSM Lang Laut dan Hi-Melaya, yang menurutnya telah menyalahgunakan kewenangan mereka untuk melakukan tindakan premanisme.
Menurut Mandala, fenomena ini tak bisa dibiarkan begitu saja. "Aksi premanisme berkedok LSM adalah ancaman nyata bagi ketertiban masyarakat dan keamanan daerah. Ini jelas bukan bentuk perjuangan sosial yang sesungguhnya, melainkan sebuah penyalahgunaan wewenang yang merugikan warga," ungkap Mandala dengan tegas.
Ia menambahkan bahwa modus yang digunakan oleh oknum-oknum tersebut mencerminkan kekerasan dan pemerasan terhadap masyarakat yang tidak berdaya.
Lebih lanjut, Mandala menegaskan bahwa aksi-aksi semacam ini merupakan musuh bersama, terutama bagi aparat penegak hukum.
"Polri dan instansi terkait harus mengambil langkah tegas untuk menindak oknum-oknum yang memanfaatkan nama LSM untuk melakukan tindakan premanisme. Aparat hukum harus bersinergi untuk menertibkan mereka demi menciptakan rasa aman bagi masyarakat," tegasnya.
Sebagai seorang anak kampung yang tumbuh dan besar di Lingga, Mandala menegaskan kesiapannya untuk menjadi garda terdepan dalam memerangi aksi-aksi premanisme.
"Saya siap untuk berdiri bersama masyarakat dan aparat penegak hukum, menanggalkan segala bentuk intimidasi, dan membela ketertiban di kampung halaman saya," tuturnya dengan penuh semangat.
Aksi-aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum-oknum LSM seperti Lang Laut dan Hi-Melaya jelas mengancam stabilitas sosial dan merusak reputasi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang sah. Ke depan, dibutuhkan kolaborasi yang lebih erat antara masyarakat, aparat hukum, dan pihak-pihak yang berwenang untuk mengatasi masalah ini secara tuntas.
Dengan sikap tegas Mandala Pancur, diharapkan akan muncul gerakan yang lebih luas untuk melawan praktik premanisme yang semakin meresahkan. Masyarakat Kabupaten Lingga membutuhkan ketegasan dan keberanian dari pemimpin dan aparat untuk menjaga keamanan dan ketertiban tanpa adanya kekhawatiran akan ancaman premanisme yang berkedok LSM.(Ryan)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |