Breaking News
Polsek Concong Dukung Program Asta Cita Presiden RI Melalui Penanaman Jagung Monokultur di Desa Concong Tengah | Dua Pejabat PUTR Gunungsitoli Beda Pengakuan soal Alat Berat di Galian Ilegal, GMPL: “Ini Bukan Kekeliruan, Tapi Bukti Dugaan Kejahatan” | Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto Instruksikan Penguatan Program 'Ananda Bersinar' dan Akses Digital Rehabilitasi | Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun Pimpin Pelantikan Analis Keimigrasian Ahli Muda, Tekankan Integritas dan Pelayanan PRIMA | Hery Sugiarto Pimpin Razia Rutan Sipirok, Seluruh Sampel Urine Negatif | Pemdes Sidoluhur Salurkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng dari Bulog Bulan Februari dan Maret 2026 Kepada Masyarakat  |

Turut Andil, GOW Ubah Krisis Sampah jadi Kebiasaan Baru Kelola Sampah
Rabu 30 April 2025, 18:14 WIB

SiagaOnline.com, Kota Pekalongan – Sebagai upaya menghadapi situasi darurat sampah, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Pekalongan mengambil langkah strategis dengan menggelar pelatihan pengelolaan sampah bagi organisasi-organisasi perempuan di kota tersebut, berlangsung di ruang Jlamprang, Kantor Sekretariat Daerah setempat, Rabu (30/4/2024).

 

Ketua GOW Kota Pekalongan, Hj Balgis Diab mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi kaum perempuan dalam menyukseskan program pengelolaan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Ia menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai motor penggerak perubahan perilaku di lingkungan keluarga dan masyarakat. “Kami ingin perempuan tidak hanya jadi pelaku di dapur, tetapi juga menjadi pionir dalam pengelolaan sampah. Kami ingin mengedukasi dan menggerakkan organisasi wanita agar terlibat aktif dalam mengurangi, memilah, dan mengolah sampah, mulai dari rumah masing-masing,” tandasnya.

 

Dalam pelatihan ini, peserta dibekali dengan empat materi utama diantaranya edukasi pengurangan sampah plastik dengan membatasi penggunaan plastik di segala aktivitas, baik di rumah maupun dalam kegiatan organisasi, sosialisasi pemilahan sampah berdasarkan jenisnya untuk mempermudah proses daur ulang dan pengelolaan lanjutan, pengolahan sampah organik dengan membuat kompos dari limbah dapur sebagai alternatif pengolahan yang ramah lingkungan juga mengimbau kepada seluruh anggota GOW agar menanamkan kebiasaan memilah dan membuang sampah dengan benar kepada anak-anak.

 

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala DLH Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso menjelaskan bahwa sistem pengelolaan sampah terdiri dari tiga tempat yakni di hulu, yaitu di lokasi sumber sampah seperti rumah tangga, sekolah, industri, dan perkantoran, yang kedua yaitu di tengah, pengolahan melalui fasilitas seperti TPS3R, TPST, dan bank sampah dan yang ketiga di hilir yakni Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). “Setiap hari, Kota Pekalongan menghasilkan sekitar 138 ton sampah. Saat ini TPA Degayu sudah tidak dapat menampung, kita tidak punya pilihan selain mengelola sampah di hulu dan tengah. Di sinilah pentingnya edukasi masyarakat,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa perubahan paling besar justru bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga. Oleh karena itu, keterlibatan organisasi perempuan dianggap sangat strategis dalam mendorong perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat terhadap sampah.

(jms/kmf)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top