Breaking News
Polsek Concong Dukung Program Asta Cita Presiden RI Melalui Penanaman Jagung Monokultur di Desa Concong Tengah | Dua Pejabat PUTR Gunungsitoli Beda Pengakuan soal Alat Berat di Galian Ilegal, GMPL: “Ini Bukan Kekeliruan, Tapi Bukti Dugaan Kejahatan” | Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto Instruksikan Penguatan Program 'Ananda Bersinar' dan Akses Digital Rehabilitasi | Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun Pimpin Pelantikan Analis Keimigrasian Ahli Muda, Tekankan Integritas dan Pelayanan PRIMA | Hery Sugiarto Pimpin Razia Rutan Sipirok, Seluruh Sampel Urine Negatif | Pemdes Sidoluhur Salurkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng dari Bulog Bulan Februari dan Maret 2026 Kepada Masyarakat  |

Beri Nama"Banun "Anak Harimau Sumatera Lahir di Kebun Binatang Bukittinggi
Kamis 01 Mei 2025, 13:05 WIB

Siagaonline.com, Bukittinggi - Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias bersama wakilnya launching nama bayi harimau berusia 4 bulan, bernama "Banun Kinantan", bayi betina lahir di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Kota Bukittinggi pada Rabu, (30/4/2025).

 

H. Ramlan Nurmatias yang didampingi Wawako Ibnu Asis, drh. Yoli Zulfanedy, Direktur eksekutif dan anggota APEKSI pada Muskomwil 1 tahun 2025, Kepala SKPD Pemko Bukittinggi, dan awak media.

 

Wako mengatakan, TMSBK kita letaknya sangat strategis ditengah kota, salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bukittinggi, selain itu juga menjadi salah satu program sekolah untuk edukasi siswa untuk menanamkan rasa empati terhadap hewan.

 

Pemerhati hewan dunia telah memberikan ucapan selamat melalui video testimoni atas lahirnya "Banun", harimau Sumatera, diantaranya dari London Inggris, Seoul Korsel, Osaka Japan, dan Amsterdam Belanda.

 

Dilanjutkan, Hasil penelitian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), harimau Sumatera berkeliaran di hutan Sumatera diperkirakan 60 ekor, di Sumatera tidak sampai 700 ekor, TMSBK kini memiliki delapan ekor harimau, tujuh di antaranya milik TMSBK dan satu hasil penyelamatan oleh BKSDA.

 

"Lahirnya bayi harimau ''Banun" adalah hasil dari perkawinan seekor Harimau bernama Bujang Mande melalui program pengembangbiakan (breeding)," pungkasnya.

 

Perwakilan KLH RI dan BKSDA Sumatera Barat, Antonius Febri, menjelaskan, tantangan kedepan terkait margasatwa, administrasi bisa dilakukan untuk selanjutnya.

 

Harimau Sumatera yang ada di TMSBK ini termasuk dalam Genetic Species Management Project (GSMP) Seluruh satwa harimau yang ada di konservasi, memungkinkan TMSBK ini bisa berkembang kedepannya dengan bergabung ke GSMP tersebut.

 

"Dalam GSMP bukan saja harimau, tetapi juga satwa liar beruang, orang utan dan lain-lain. Kami dari Tim BKSDA mengucapkan selamat kepada TMSBK, semoga koloborasi kita bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.(N)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top