Breaking News
Minta Bantuan Lewat 110, Perempuan Ini Diantar Polisi Hingga Rumah Kontrakan | Pemdes Taman Sari Realisasikan Pembangunan Jalan Cor Beton Anggaran Dana Desa Tahap 2 Tahun 2026 | Pekanbaru Jadi Rujukan Pemeritah Kota Solok Terapkan Manajemen Talenta | Peringati HAN ke-42, Pj. Sekda Karimun Gaungkan Kampanye BERLIAN Dan Tegaskan Komitmen Kabupaten Layak Anak | Tiga Tiket Terakhir Diperebutkan, Pekan Terakhir Babak Zona DCL 2026 Dimulai | UPT SDN 08 Pulau Punjung Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Inovasi "Sabtu Ceria" |

Didampingi LBH, Keluarga Dimas Minta Ekshumasi
Senin 05 Mei 2025, 15:31 WIB

Siagaonline.com, Pekalongan – Dugaan kematian tak wajar yang dialami Dimas Karno Aji bin Wikarno (17), warga Pragak Gg. 1, Kelurahan Noyontaansari, Kota Pekalongan, terus bergulir dan memunculkan berbagai pertanyaan. Pihak keluarga korban, yang didampingi Lembaga Bantuan Hukum YLBH Pejuang24, pada Senin (5/5) siang mendatangi Mapolres Pekalongan Kota untuk meminta kejelasan atas penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut.

 

M. Yusuf, selaku kuasa hukum keluarga, kepada awak media menegaskan bahwa pihaknya mendesak polisi segera melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam korban. Langkah ini dinilai perlu dilakukan karena terdapat dugaan kuat bahwa korban mengalami penganiayaan sebelum meninggal dunia.

 

"Ekshumasi merupakan tindakan pembongkaran makam untuk kepentingan keadilan, dan biasanya dilakukan ketika ada indikasi tidak wajar dalam kematian seseorang. Dalam kasus ini, kami mendapati sejumlah kejanggalan yang perlu diuji lebih lanjut secara forensik," ujar Yusuf.

 

Pihak keluarga, lanjut Yusuf, juga menyayangkan adanya oknum petugas yang mendatangi rumah mereka dan mencoba menawarkan jalan damai serta meminta keluarga tidak memperpanjang kasus ini.

 

“Kami menilai hal tersebut tidak etis dan justru menambah kecurigaan. Keluarga ingin kejelasan, bukan penyelesaian sepihak,” tegasnya.

 

Keluarga berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini secara transparan dan profesional. Mereka juga meminta, jika terbukti ada pelaku penganiayaan, agar yang bersangkutan mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga.

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dimas dilaporkan hilang sejak 4 April 2025. Pihak keluarga telah berupaya mencarinya di berbagai lokasi, termasuk menghubungi kantor Satpol PP dan Rumah Perlindungan Sosial Berbasis Masyarakat (RPSBM). Namun saat itu, kedua instansi mengaku tidak mengetahui keberadaan Dimas.

 

Beberapa hari kemudian, petugas RPSBM mendatangi keluarga dan menyampaikan bahwa Dimas telah meninggal dunia dan dimakamkan di TPU Sapuro. Keluarga semakin curiga karena dalam sejumlah foto jenazah yang diterima, tampak jelas terdapat luka-luka pada tubuh korban yang diduga akibat kekerasan.

 

Kasus ini masih dalam proses, dan keluarga besar korban minta agar keadilan ditegakkan demi mengungkap kebenaran di balik kematian tragis Dimas Karno Aji.

(FF)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top