Breaking News
Pemdes Taman Sari Realisasikan Pembangunan Jalan Cor Beton Anggaran Dana Desa Tahap 2 Tahun 2026 | Pekanbaru Jadi Rujukan Pemeritah Kota Solok Terapkan Manajemen Talenta | Peringati HAN ke-42, Pj. Sekda Karimun Gaungkan Kampanye BERLIAN Dan Tegaskan Komitmen Kabupaten Layak Anak | Tiga Tiket Terakhir Diperebutkan, Pekan Terakhir Babak Zona DCL 2026 Dimulai | UPT SDN 08 Pulau Punjung Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Inovasi "Sabtu Ceria" | Pulau Punjung Dominasi Jambore PKK, Sabet Gelar Juara Umum Tingkat Dharmasraya |

TPST Mitra Brayan Resik Atasi Masalah Sampah di Kota Batik
Selasa 20 Mei 2025, 09:34 WIB

Siagaonline.com, Kota Pekalongan - Suara mesin pengolah sampah bergemuruh diiringi tangan-tangan lincah para pekerja yang memilah sampah, sampah organik dikelompokkan dengan yang organik untuk dibuat pupuk dan maggot. Kemudian sampah anorganik seperti plastik dikelompokkan dengan sampah sejenis. 

 

Ini bukan pekerjaan kotor, meskipun tangan harus memegang sampah yang kotor bersama udara yang tak sedap, pekerjaan ini adalah pekerjaan mulia. Di tengah kondisi Kota Pekalongan yang darurat sampah ini mereka terus mengeluarkan keringatnya mengolah sampah dan bukti peduli dengan lingkungan.

 

Ada 19 orang pekerja yang memilah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mitra Brayan Resik di Kota Pekalongan. Mereka memilah sampah sejak pukul 8 pagi sampai 4 sore. 

 

"Setiap harinya dengan 19 orang pekerja dan 2 mesin, kami mampu memilah sampah organik dan anorganik sekitar 5 ton per hari," terang Koordinator Pengelolaan Sampah TPST Mitra Brayan Resik, Tobiin, Senin (19/5/2025).

 

Dijelaskan, di TPST Mitra Bayan Resik sampah yang masuk masih tercampur. TPST memilah sampah organik untuk digiling menjadi pupuk dan maggot. "Sampah plastik, botol plastik yang ada nilai ekonominya dikumpulkan untuk di daur ulang. Harapannya masyarakat Kota Pekalongan sudah memilah sampah dari rumah untuk memudahkan kami mengolah sampah," terangnya. 

 

Sementara itu, Direktur Bank Sampah Kota Pekalongan, Abdul Mukti mengaku bank sampah berjalan cukup lancar meskipun tak ada penambahan nasabah yang signifikan. Jumlah nasabah masih bertahan di angka 200-an. "Dari sampah yang terkumpul ini kami lakukan pwngiriman ke luar daerah, sampah atom bisa 2 ton 2 minggu sekali kirim, begitu juga plastik kami kirim ke Majalengka," tukasnya. 

(kmf)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top