Breaking News
Defizon: Kloter BTH 12 Jadi Penutup Kepulangan Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama  | SPMB Riau Segera Ditutup, Pendaftar Diimbau Optimalkan Pilihan Kedua dan Ketiga  | Pelamar Bisa Daftar Secara Online Dalam Kota Pekanbaru Job Fair 2026 | Dispusip Gelar Pameran Foto Geliat Kota dari Masa ke Masa Pada Momen HUT Pekanbaru | Bukan Sekadar Kejuaraan, Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Suguhkan Cosplay, Meet & Greet, Food Festival hingga Pelayanan Kesehatan Gratis | Terang untuk Kelancaran MTQ, Dishub Kuansing Tuntaskan PJU di Kawasan Astaka. |

Setelah Diberitakan Beberapa Bulan Lalu Panti Pijat Milik RN Masih Beraktivitas dan Diduga Di Jaga Oleh Oknum Wartawan NS
Senin 16 Juni 2025, 09:54 WIB

Siagaonline.com, Kuansing - Masyarakat Kuantan Singingi (Riau) Khususnya kaum ibu ibu kembali mengeluhkan maraknya dan panti pijat plus-plus yang bermodus urut tradisional yang beroperasi di tengah kota, dekat hingga ke permukiman warga.

 

Mereka khawatir, aktivitas yang di dalamnya diduga menyelipkan tawaran prostitusi secara terselubung itu, bakal mempengaruhi pola pikir anak-anak yang tinggal di wilayah tersebut.

 

Badu salah satu masyarakat setempat yang mengaku pernah mencoba datang ke panti pijat tersebut sebagai pelanggan. Dugaannya tak keliru, ketika berada di dalam panti pijat, ia mendapat tawaran prostitusi.

 

Menurutnya, layanan pijat atau massage hanya modus saja, layanan yang sesungguhnya adalah protitusi. Pekerja umumnya tidak memiliki kemampuan dalam memijat, tujuan utama menggaet pelanggan ke sana untuk transaksi protitusi terselubung.

 

“Dalam ruangan ada kamar disekat-sekat seperti bilik. Pelanggan dilayani wanita seksi itu di dalam bilik. Bukan pijat sebenarnya, tapi untuk itu (prostitusi) kalau sudah cocok harga mulai beraksi,” ujarnya, Minggu (15/06/2025).

 

Masyarakat setempat, ibu ibu yang tidak mau disebutkan namanya yang tinggal di dekat lokasi panti pijat yang dimiliki RN juga mengaku khawatir suami atau anaknya terpengaruh dengan tawaran layanan pijat plus-plus ini.

 

Sebab, keberadaan dan operasional panti pijat ini tidak ada batasan. Siapa saja bebas keluar masuk. Dan para lagi sering di jaga oleh salah seorang oknum wartawan tiap hari datang kesitu yang pakai mobil sigra warna Gray yang pakir tidak jauh dari panti pijat, ujar ibu tersebut. 

 

Yang lebih parah lagi disaat rajia oleh petugas Satpol PP Kuansing selalu bocor dan Pintu tersebut di kunci dari luar, tapi di dalamnya ada aktivitas tersebut, ungkap masyarakat setempat.

 

Kami sebagai masyarakat dan kaum ibu ibu untuk meminta Kepada Satpol PP Kuantan Singingi dan Satgas Pekat Penegak Perda untuk menertibkan atau menutup secara permanen Panti Pijat yang bermodus urut tradisional yang dimiliki oleh RN yang berada di Desa Sawah ini yang telah membuat kami resah terhadap aktivitasnya, terutama kami sebagai kaum ibu ibu.

 

Jangan sampai kami kaum ibu ibu yang turun langsung untuk menutup panti tersebut, pungkasnya.


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top