Breaking News
Surga Peti Di Desa Setiang Dugaan Seret Beberapa Nama; Kapolsek Lama Tak Berkutik, Kapolsek Baru Didesak Berani Menertibkan | DPRD Kota Padang Bahas Perubahan KUA-PPAS 2026, Fraksi-Fraksi Berikan Masukan Strategis untuk Penguatan Pembangunan Daerah | PTBA dan PNRE Jajaki Pengembangan PLTS di Lahan Pascatambang | Imigrasi Gandeng KPK untuk Pembenahan Instansi  | Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi “Pagar Digital” Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan   | Respons Cepat PUTR Nias Selatan, Jembatan Idanotae yang Sempat Disorot Kini Rampung Dibangun |

Pangdam II/Sriwijaya Beri Arahan Kepada Peserta Diksarlin Polsri Gelombang II TA 2025/2026
Kamis 07 Agustus 2025, 17:36 WIB

SiagaOnline.com, Palembang - Dalam rangka meningkatkan daya juang, semangat dan motivasi kepada generasi penerus bangsa, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., memberikan pengarahan kepada para Peserta Pendidikan Dasar Kedisiplinan (Diksarlin) Mahasiswa/i Baru Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026, bertempat di Lapangan Mako Jasdam II/Sriwijaya Km 9 Palembang, Kamis (07/08/2025).

 

Sebelum memberikan pengarahan, Mayjen TNI Ujang Darwis memperkenalkan diri dan menceritakan secara singkat jejak karier beliau dari Pangkat Letnan Dua (Letda) sampai dengan menyandang pangkat Bintang Dua di pundaknya sebagai Pangdam II/Sriwijaya, termasuk dinas beliau selama ini dan dihabiskan selama 16 tahun di satuan elit TNI AD yakni Kopassus, hal ini dirinya sampaikan untuk menggugah seluruh peserta Diksarlin Polsri dalam membangun kariernya.

 

Sebagai pengetahuan dan membentuk cara berpikir para peserta, Pangdam II/Sriwijaya juga menyampaikan perkembangan lingkungan strategis (Banglistra) yang terjadi di luar negeri maupun di dalam negeri sendiri, mulai dari konflik dan perang konvensional yag terjadi, permasalaha Ekonomi global sampai dengan permasalahan ideologi yang sering memicu terjadinya konflik.

 

Pada kesempatan tersebut, Pangdam II/Sriwijaya memaparkan sejarah singkat perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan penjajah, kurang lebih selama 300 tahun perlawanan melawan penjajah kurang berhasil, hal ini disebabkan karena perlawanan-perlawanan yag bersifat kedaerahan dan belum menjadi satu kesatuan. 

 

"Dimulai dengan Kebangkitan Nasional dengan berdirinya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908, Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, sampai dengan pernyataan Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia mampu memerdekaakan dirinya sendiri. “Dengan memegang Nilai-nilai Bangsa, Yakni mementingkan kepentingan umum dari pada kelompok kita mampu Merdeka”, urai Pangdam. 

 

“Kurang Lebih hanya butuh 37 tahun dari mulai kita Bersatu untuk Merdeka,” imbuhnya. 

 

Selanjutnya, Pangdam II/Sriwijaya menegaskan bahwa Kemerdekaan yang diperoleh saat ini. (Agus v)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top