Breaking News
Tingkatkan Sinergitas Lintas Sektoral, Kanwil Ditjenim kepri Pimpin Rapat TIMPORA dan Operasi Gabungan se-Provinsi Kepri | PTBA Dampingi Petani Kopi Sawahlunto Panen dan Ciptakan Nilai Tambah | Polisi Tangkap Dua Pelaku Curat di Katibung, Satu Di Antaranya Masih Berstatus Pelajar | Pemdes Ruguk Distribusikan Bantuan Pangan Beras 20 Kg dan Minyak 4 Liter Kepada 1.381 Warga Penerima Manfaat  | Sekda Bengkalis Pimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026 | Rayen dan Cece Menangkan Bujang dan Gadis Muara Enim 2026 |

Bupati Tapsel Fokuskan 20 Persen Dana Desa untuk Perkuat Ketahanan Pangan Desa
Jumat 08 Agustus 2025, 10:05 WIB
Keterangan Foto: Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu membuka rapat koordinasi ketahanan pangan desa/kelurahan di Sipirok.

SiagaOnline. com - Tapanuli Selatan – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) menetapkan alokasi 20 persen Dana Desa tahun 2025 khusus untuk program ketahanan pangan. Langkah ini diambil sebagai dukungan nyata terhadap ketahanan pangan nasional dengan memperkuat basis di tingkat desa dan kelurahan.

Bupati Tapsel, H. Gus Irawan Pasaribu, menegaskan hal tersebut saat membuka rapat koordinasi ketahanan pangan desa/kelurahan di Aula Sarasi Kantor Bupati, Sipirok, Kamis (7/8/2025). Ia menyatakan, “Hampir 60 persen masyarakat Tapsel menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Oleh karena itu, kita harus sungguh-sungguh menyukseskan program ini.”

Alokasi dana ini sesuai dengan Permendes PDTT Nomor 2 Tahun 2024 dan Keputusan Menteri Desa PDT Nomor 3 Tahun 2025, yang mengamanatkan pemanfaatan Dana Desa untuk ketahanan pangan. Pemkab Tapsel menjadikan program ini sebagai super prioritas daerah, tidak sekadar mengikuti kebijakan pusat.

Rapat koordinasi bertujuan menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah agar penggunaan Dana Desa tepat sasaran dan efektif. Gus Irawan menekankan pentingnya koordinasi yang solid dari tingkat kepala desa, camat, hingga bupati. Penyelesaian masalah di lapangan harus dilakukan secara bertahap mulai dari kecamatan sebelum dibawa ke tingkat kabupaten.

Meski sebagian besar desa telah mengesahkan APBDes 2025, penyesuaian alokasi dana desa tetap dimungkinkan demi mengoptimalkan program ketahanan pangan. “Kepala desa adalah ujung tombak. Camat harus aktif melakukan monitoring dan evaluasi, agar kabupaten bisa memberi solusi atas kendala di lapangan,” tambahnya.

Pemkab Tapsel berharap program ini mampu menurunkan angka kemiskinan, pengangguran, dan kelaparan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, digelar sosialisasi program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk kepala desa dan lurah. Program ini memberikan pengakuan atas pengalaman kerja dan pendidikan nonformal guna meningkatkan kapasitas aparatur desa.

Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Jafar Syahbudin Ritonga, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, camat, stakeholder, serta seluruh kepala desa dan lurah se-Tapsel.(Amils

 

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top