Breaking News
Sekda Bengkalis Pimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026 | Rayen dan Cece Menangkan Bujang dan Gadis Muara Enim 2026 | Polsek Concong Dukung Program Asta Cita Presiden RI Melalui Penanaman Jagung Monokultur di Desa Concong Tengah | Dua Pejabat PUTR Gunungsitoli Beda Pengakuan soal Alat Berat di Galian Ilegal, GMPL: “Ini Bukan Kekeliruan, Tapi Bukti Dugaan Kejahatan” | Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto Instruksikan Penguatan Program 'Ananda Bersinar' dan Akses Digital Rehabilitasi | Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun Pimpin Pelantikan Analis Keimigrasian Ahli Muda, Tekankan Integritas dan Pelayanan PRIMA |

Tapanuli Selatan Resmi Raih Sertifikat Eliminasi Filariasis dari Kemenkes RI
Kamis 21 Agustus 2025, 07:18 WIB
Keterangan Foto: Bupati Tapsel menerima sertifikat eliminasi filariasis dari Kemenkes RI di Jakarta.

Jakarta, SiagaOnline.com - Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) berhasil meraih sertifikat eliminasi filariasis dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, di Gedung Sujudi Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (20/8/2025).

Bupati Tapsel, H. Gus Irawan Pasaribu, menerima penghargaan tersebut didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Tapsel, dr. Emilda Arasanti, M.K.M. Gus Irawan menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat.

“Ini bukan hasil kerja singkat, melainkan buah dari perjalanan panjang,” ujarnya. Ia mengucapkan terima kasih kepada tenaga kesehatan, aparat desa, tokoh masyarakat, dan warga Tapsel yang aktif mengikuti program pencegahan.

Filariasis atau penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing nematoda yang menyerang sistem limfatik dan dapat menyebabkan pembesaran ekstrem anggota tubuh, dikenal sebagai elephantiasis. Oleh karena itu, kewaspadaan tetap harus dijaga.

Menurut dr. Emilda Arasanti, keberhasilan eliminasi filariasis dicapai melalui program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) yang dilaksanakan selama lima tahun sejak 2008 hingga 2012, dengan pengobatan tambahan pada 2015–2016.

“Surveilans epidemiologi berlapis dan program morbidity management and disability prevention (MMDP) juga mendukung keberhasilan ini,” jelasnya. Hasil survei WHO pada 2014, 2018, dan 2022 menunjukkan tidak ada kasus baru, menandakan rantai penularan berhasil diputus.

Tapsel kini bergabung dengan enam daerah lain di Indonesia yang telah keluar dari status endemis filariasis, yaitu Kabupaten Karawang, Kabupaten Nias, Kota Sawahlunto, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Sidenreng Rappang.

Keberhasilan ini menjadi langkah maju dalam pengendalian penyakit menular tropis di Indonesia sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain untuk memperkuat program pencegahan berbasis masyarakat.(Amils

 

 

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top