Breaking News
Pemerintah Provinsi Riau dan PT Tempo Inti Media Bangun Narasi Positif untuk Perkenalkan Potensi Daerah  | BPS Catat Mayoritas Provinsi Mengalami Kenaikan Indeks Perkembangan Harga  | Talam Ketan Durian Kota Pekanbaru Pecahkan MURI: Dari Rekor Menuju Pasar, dari Festival Menuju Kesejahteraan UMKM | Pemerintah Kota Pekanbaru Gratiskan Akses Pendidikan di 23 Sekolah Swasta, Ini Daftarnya | Ditresnarkoba Polda Kepri kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika | Lapas Muara Enim Sambangi Dispora: Komitmen Dukung Produk Karya Warga Binaan Promosikan Sapena Bakery  |

BUMD Riau Dinilai Jadi Ajang Kekuasaan, Bukan Lagi Sumber PAD
Senin 22 September 2025, 14:16 WIB

Siagaonline.com, Pekanbaru – Setelah adanya pemanggilan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Provinsi Riau, isu ini menjadi buah bibir di berbagai kalangan dan menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Pemerhati Provinsi Riau, Muhammad Faisal, S.Pd, M.Pd, menilai kondisi BUMD saat ini jauh dari tujuan awalnya sebagai penggerak ekonomi daerah dan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, keberadaan BUMD justru kental dengan intrik politik dan menjadi ajang kekuasaan semata.

“Bagaimana tidak, yang duduk di jajaran BUMD saat ini banyak yang tidak berkompeten. Akibatnya, BUMD bukan lagi ladang PAD, tetapi hanya bancakan politik,” tegas Faisal kepada awak media, Senin (22/09/2025).

BUMD Sakit, PAD Tak Kunjung Bertambah

Faisal mencontohkan beberapa BUMD yang kondisinya memprihatinkan. PT PIR disebut nyaris kolaps karena mengalami kerugian, sementara SPR (Sarana Pembangunan Riau) belum menunjukkan kinerja memuaskan.

“SPR baru saja berganti direktur, tetapi sudah langsung melakukan pergantian di anak perusahaan. Padahal, direktur baru tentu belum memahami sepenuhnya apa yang sudah berjalan di perusahaan tersebut. Seharusnya, kinerja dilihat dulu hingga akhir tahun, baru dilakukan evaluasi jika memang tidak sesuai,” jelas Faisal.

Sepakat dengan DPRD Riau

Lebih lanjut, Faisal menyatakan sepakat dengan pernyataan Anggota DPRD Riau Komisi III yang sebelumnya menyoroti lemahnya kinerja BUMD. Ia menilai, langkah perbaikan yang tepat adalah memperbaiki manajemen dan fokus pada kinerja, bukan sekadar mengganti pejabat tanpa pertimbangan yang matang.

“Intinya, jangan asal ganti orang. Yang dibutuhkan sekarang adalah strategi memperbaiki kinerja BUMD agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Riau,” tutupnya.**


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top