Siagaonline.com, Tanjungpinang - Pelabuhan Sri Kuala Riau, yang lebih dikenal masyarakat sebagai Pelantar Dua, kini menjelma menjadi salah satu titik utama keberangkatan menuju destinasi wisata bahari unggulan di Kota Tanjungpinang, yaitu Kelong Pancing Madu Tiga.
Sebagai pelabuhan rakyat yang terletak di jantung ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, Pelantar Dua tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi antarpulau, tetapi juga memainkan peran penting dalam mendukung geliat sektor wisata bahari dan ekonomi pesisir.
Dari pelabuhan ini, wisatawan lokal maupun mancanegara dapat menempuh perjalanan laut singkat menggunakan perahu tradisional menuju kawasan Kelong Madu Tiga — destinasi yang menawarkan sensasi memancing di tengah laut, panorama senja yang memukau, serta pengalaman berinteraksi langsung dengan kehidupan nelayan setempat.
Selain menjadi tempat bersandar kapal tradisional, Pelantar Dua juga berfungsi sebagai sumbu ekonomi masyarakat pesisir. Aktivitas bongkar muat, perdagangan kecil, hingga jasa wisata laut memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurut sejumlah pelaku wisata, meningkatnya minat terhadap wisata kelong memperkuat posisi Pelantar Dua sebagai gerbang utama wisata bahari Tanjungpinang.
“Kelong Madu Tiga ini unik karena menggabungkan wisata alam dan budaya bahari masyarakat lokal. Banyak tamu datang bukan hanya untuk memancing, tapi juga menikmati ketenangan laut dan kuliner laut segar,” ujar salah satu pengelola kelong.
Dalam hal ini, Pemerintah daerah bersama PT Pelabuhan Kepri (Perseroda) terus mendorong sinergi antara pelaku wisata dan pengelola pelabuhan agar fasilitas serta pelayanan di Pelantar Dua semakin baik. Upaya ini diharapkan dapat menjadikan kawasan tersebut sebagai ikon wisata bahari Tanjungpinang, sekaligus memperkenalkan pesona laut Kepulauan Riau di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami ingin menjadikan Pelabuhan Sri Kuala Riau sebagai pintu gerbang wisata bahari dan maritim Kepri. Kami optimistis pelayanan bagi wisatawan akan semakin meningkat, sekaligus memperkuat citra Tanjungpinang sebagai pusat wisata maritim di Indonesia,” ujar Capt. Awaluddin, M.Mar, Direktur Utama PT Pelabuhan Kepri (Perseroda).
Sebagai langkah konkret, PT Pelabuhan Kepri (Perseroda) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Duta Musafir, sebuah perusahaan transportasi laut dan wisata bahari.
Kolaborasi strategis ini menjadi tonggak penting dalam meningkatkan pelayanan wisatawan serta memperluas sektor wisata bahari, maritim, budaya, dan ziarah di Tanjungpinang dan Kepulauan Riau.
Penandatanganan MoU yang berlangsung di Tanjungpinang dihadiri jajaran direksi kedua perusahaan. Sinergi antara BUMD daerah dan sektor swasta ini menegaskan semangat bersama membangun ekosistem wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini, Pelabuhan Sri Kuala Riau tidak lagi sekadar berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi bertransformasi menjadi gerbang utama wisata bahari dan maritim Tanjungpinang.(Ros)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |