Breaking News
PSPS Pekanbaru Tunjuk Akhyar Ilyas jadi Pelatih Kepala  | Presiden Prabowo Optimis Swasembada Pangan dan Energi Bisa Dicapai | Raih Predikat Informatif, Pemerintah Kota Pekanbaru Terima Penghargaan dari KI Riau Award 2025 | DLHK Kota Pekanbaru Harapkan LPS Ada Terobosan Baru dalam Pengelolaan Sampah | HUT ke-242, Kota Pekanbaru Semakin Maju dan Masyarakat Sejahtera jadi Harapan Walikota Agung | Wali Kota Pekanbaru Kembali Tekankan ASN Berikan Layanan Prima kepada Masyarakat |

BPN Dharmasraya Perkenalkan Tiga Inovasi Layanan Pertanahan dan Bahas Perlindungan Tanah Ulayat
Jumat 07 November 2025, 20:37 WIB

Siagaonline.com, Pulau Punjung — Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Dharmasraya terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan bertajuk Dharmasraya Bertuah (Bertransformasi untuk Tanah) tiga inovasi tersebut diluncurkan beberapa waktu lalu di Pulau Punjung 

Tiga inovasi tersebut adalah ANNISA (Agraria Night Service Action), GALIH GISEL (Gerakan Alih Media dan Giat Sertipikat Elektronik), serta LANTERA (Layanan Tanah Aktif di Nagari). Ketiganya dirancang untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan menjangkau masyarakat hingga ke tingkat nagari.

Kepala Kantor Pertanahan Dharmasraya, Doni Prasetyoadi menyampaikan bahwa inovasi tersebut merupakan bentuk adaptasi terhadap kebutuhan publik yang semakin dinamis.

“Kami ingin menghadirkan layanan yang aktif, fleksibel, dan dekat dengan masyarakat. Melalui ANNISA, GALIH ISEL, dan LANTERA, masyarakat tak perlu lagi menunggu lama untuk mendapatkan layanan pertanahan,” ujarnya.

ANNISA menghadirkan pelayanan malam hari bagi warga yang tidak sempat mengurus dokumen pada jam kerja biasa. GALIH ISEL mendorong percepatan digitalisasi arsip dan penerbitan sertipikat elektronik. Sementara LANTERA menjadi terobosan lapangan yang mendekatkan layanan pertanahan langsung ke nagari-nagari, terutama di wilayah terpencil.

Selain peluncuran inovasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi tentang tanah ulayat, yang dihadiri para wali nagari dan pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Dharmasraya. Dalam forum tersebut dibahas pentingnya perlindungan hukum bagi tanah ulayat agar tidak terjadi tumpang tindih hak kepemilikan maupun penyalahgunaan lahan adat.

“Tanah ulayat adalah identitas masyarakat adat. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan pengakuan dan perlindungan hukum terhadap aset adat terjaga,” kata salah satu perwakilan KAN yang hadir.

Pada kesempatan yang sama, BPN juga menyerahkan sertifikat hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan sertifikat Barang Milik Daerah (BMD) kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, yang turut menghadiri kegiatan itu, mengapresiasi langkah BPN yang dinilai sejalan dengan semangat Pemkab dalam menghadirkan layanan publik yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 “Kita butuh layanan yang tidak hanya cepat, tapi juga proaktif. Inovasi seperti ini menjadi wujud nyata reformasi birokrasi di bidang pertanahan,” ujarnya.

Dengan lahirnya tiga inovasi tersebut, BPN Dharmasraya berharap pelayanan publik di bidang pertanahan semakin mudah diakses, serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat adat pemilik tanah ulayat. (TG)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top