Breaking News
Sky Game Batam Bersama Insan Pers Perkuat Kemitraan Silaturahmi Rutin Dan Ngopi Santai | Polres Pekalongan Kota Gelar Patroli Skala Besar Antisipasi Street Crime Dan Balap Liar Saat Akhir Pekan | Polsek Mandau Gagalkan Peredaran Sabu di Bathin Solapan, Dua Pelaku Diamankan | Heri Amalindo dan Sekda Muara Enim Pimpin Upacara Pemakaman Nang Ali Solihin | H. Cik Ujang Tinjau Jalan Longsor di Pemulutan Barat, Minta Perbaikan Segera Diusulkan | H Cik Ujang Dorong Potensi Persawahan di Desa Kamal Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat |

Bupati Nur Arifin, Ambil Kebijakan untuk Tingkatkan Produktifitas Pertanian
Senin 11 Januari 2021, 17:09 WIB
Siagaonline.com, Trenggalek - Mendapatkan arahan Presiden Jokowi, dalam Rakornas Pembangunan Pertanian tahun 2021, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin siapkan beberapa langkah kebijakan di sektor pertanian.

Banyak hal yang dievaluasi oleh Presiden Jokowi utamanya masih banyaknya import komoditas pertanian, menandakan produktifitas pertanian masih perlu terus ditingkatkan.

Terus subsidi pupuk Rp33 triliun setiap tahun dan tidak ada lompatan disisi produksi menandakan ada yang salah, perlu ada evaluasi dan masih banyak yang lain.

"Pak Presiden menyatakan bahwa kita ingin petani ini produktifitasnya meningkat. Kemudian juga, kita harus bekerja keras menyeimbangkan keuangan negara," ungkap Bupati Trenggalek ini usai mengikuti rakornas secara virtual di Gedung Smart Center Trenggalek, Senin (11/1/2021)

Dimana tadi disinggung, masih menurut pria yang dipercaya Bupati di Kabupaten Trenggalek kembali hingga tahun 2024 nanti, "Pupuk setiap tahunnya Rp33 triliun. Diharapkan nanti bisa meningkatkan produktifitas dengan terus mengurangi pupuk bersubsidi," imbuhnya.

Makanya tadi perintahnya adalah kita sukseskan di tahun ini Badan Usaha Milik Petani agar petani bisa memproduksi pupuk sendiri dengan kualitas yang baik dengan pupuk organik. 

Sehingga harapannya lahan-lahannya nanti bisa kita sertifikasi organik, sehingga nilai jualnya bisa lebih tinggi daripada produk pertanian biasa.

Kemudian Pak Jokowi juga mendukung adanya  Food Estate. Nanti kita akan coba melakukan konsolidasi dilahan, sehingga pertanian nanti dengan skala yang besar dan mekanisasi. Petani berkelompok untuk bisa memastikan bahwa pertaniannya ini bisa dikerjakan lebih efektif dengan menggunakan tekhnologi.

Menurut Bupati Arifin, semua komoditas yang  masih import, seperti jagung kedelai terus disektor peternakan seperti sapi akan terus didiorong olehnya. "Pokoknya Pak Presiden ingin kita turun terus importnya," pungkasnya. ( sae)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top