Breaking News
Kapolres Muara Enim Berikan Penghargaan Dua Personel Peraih Medali Emas dan Dua Medali Perak Karate Kapolda Cup Sumsel 2026 | Terima Audiensi Aliansi Nelayan, Bupati Karimun H. Ing Iskandarsyah Siap Teruskan Aspirasi Terkait Sedimentasi Pasir Laut | Herman Deru Minta DREGS 2006 Jadi Teladan Lindungi Masyarakat dari Kejahatan Modern | Herman Deru Ajak Ulama, Umara, dan Umat Perkuat Silaturahmi Pada Harlah ke-14 JATMAN OKI | UNP Masuk QS World University Rankings 2027, Tempati Peringkat 1400+ Dunia dan Posisi Ke-16 Nasional | UNP Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Taipei Medical University, Perkuat Internasionalisasi Pendidikan Kedokteran |

Pemerintah Tengah Siapkan Proyek Pembangunan Jaringan Transmisi Listrik untuk Swasta
Kamis 14 Januari 2021, 10:20 WIB
Siagaonline.com - Pemerintah tengah menyiapkan regulasi agar proyek pembangunan jaringan transmisi listrik dapat dibuka untuk swasta. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan selama ini tanggung jawab pembangunan transmisi berada di pundak PT PLN (Persero).
Padahal, kemampuan keuangan PLN belum bisa memenuhi semua kebutuhan transmisi listrik.

"Untuk itulah Pak Menteri sampaikan, karena keterbatasan anggaran PLN. Maka kemudian kenapa tidak dibuka untuk swasta bangun transmisi," ujarnya dalam video conference, Rabu (13/1).

Menurut Rida pembangunan transmisi penting untuk mengatasi kelebihan pasokan serta mengurangi ketimpangan biaya pokok produksi (BPP) listrik di beberapa daerah.

"Transmisi akan menyeimbangkan BPP. Seperti kalau kita bayangkan Sulawesi itu kan masih terpisah, saat ini dan BPP yang di utara dua kali lipat dari BP yang di bawah. Artinya apa kalau itu bisa sambungkan maka itu ada keseimbangan. Minimum yang di utara lebih rendah lagi tidak seperti sekarang ini," imbuhnya.

Dengan jaringan transimisi yang memadai, oversupply listrik di suatu wilayah juga dapat disalurkan ke wilayah lain yang kekurangan pasokan. Bahkan pasokan yang berlebih di Indonesia bisa diekspor ke negara tetangga.

"Bagaimana menyalurkan oversupply, transmisi antar provinsi, pulau. Itu jadi keharusan. Jadi tidak perlu bangun pembangkit baru. Termasuk di dalamnya, listrik dari kita bisa di ekspor ke luar negeri, seperti di Serawak yang saya sampaikan atau ke Singapura. Itu perlu transmisi lagi," tutur Rida.

Namun, membangun jaringan transmisi sama sulitnya membangun pembangkit listrik. Salah satu masalah utamanya adalah lahan. Sebab, untuk membangun menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), misalnya, dibutuhkan tempat yang luas, dikutip dari CNNIndonesia.

Karena itu lah dengan aturan baru ini ia berharap banyak investor yang tertarik untuk masuk dalam proyek pembangunan jaringan transmisi.

"Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama kebijakan ini bisa direalisasikan," tandasnya.

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top