Breaking News
Kapolres Muara Enim Berikan Penghargaan Dua Personel Peraih Medali Emas dan Dua Medali Perak Karate Kapolda Cup Sumsel 2026 | Terima Audiensi Aliansi Nelayan, Bupati Karimun H. Ing Iskandarsyah Siap Teruskan Aspirasi Terkait Sedimentasi Pasir Laut | Herman Deru Minta DREGS 2006 Jadi Teladan Lindungi Masyarakat dari Kejahatan Modern | Herman Deru Ajak Ulama, Umara, dan Umat Perkuat Silaturahmi Pada Harlah ke-14 JATMAN OKI | UNP Masuk QS World University Rankings 2027, Tempati Peringkat 1400+ Dunia dan Posisi Ke-16 Nasional | UNP Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Taipei Medical University, Perkuat Internasionalisasi Pendidikan Kedokteran |

Tak Setuju Kebijakan Pemkab Trenggalek Tutup Pasar Hewan, Ini Kata Komisi I DPRD Trenggalek
Rabu 03 Februari 2021, 19:39 WIB
Siagaonline.com - Trenggalek Komisi I DPRD Trenggalek Husni Tahir Hamid tidak setuju dengan Kebijakan Pemkab Trenggalek menutup pasar hewan di Trenggalek.

Dengan penutupan pasar hewan di Kabupaten Trenggalek dinilai berdampak dengan pemutaran ekonomi cukup besar bagi masyarakat.

“Kalau saya berpikirnya realistis saja, kalau ditutup secara total itu akhirnya perputaran ekonomi masyarakat di sektor pedagang atau blantik hewan itu bagaimana jalan keluarnya,” ungkap Husni, Rabu (3/2/2021).

Husni mengaku mendapatkan banyak keluhan dari para pedagang dan peternak dengan ditutupnya pasar hewan di Trenggalek.

“Mereka itu bertanya pada saya, bagaimana ini pak, sapi saya, mau saya jual ke mana,” kata Husni.

Menurutnya, di masa pandemi ini pemerintah daerah harus hadir dengan memberikan kebijakan solutif kepada masyarakat bawah.

“misalnya diberi sekat antara penjual dan pembeli dengan tujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di pasar hewan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Politisi dari partai Hanura ini menyarankan Pemkab Trenggalek untuk memperketat protokol kesehatan dengan sanksi tegas, namun tidak menutup Pasar Hewan.

“Kalau ada orang (saat berada di pasar hewan) tidak memakai masker, ya langsung beri sanksi, jangan dibiarkan,” pintanya.

Husni mengatakan, penutupan pasar Hewan Trenggalek sampai batas waktu yang tidak ditentukan itu sama saja dengan lock down.

“Kalau memang dilakukan penutupan secara total, beri mereka subsidi,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya menyarankan agar Pemkab Trenggalek mengkaji kembali kebijakan penutupan pasar hewan.

“Kami menyarankan agar pemkab tidak menutup pasar hewan, melainkan memperketat protokol kesehatan,” pungkasnya.(sae)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top