Forkopimda Kabupaten Trenggalek Meresmikan Kampung Tangguh Semeru di Desa Ngadirenggo
Kamis 04 Februari 2021, 19:44 WIB
Siagaonline.com, Trenggalek - Peresmian kampung tangguh semeru di Desa Ngadirenggo, Kecamatan, Pogalan ini diresmikan Forkopimda Kabupaten Trenggalek, Kamis (4/2/2021).
Ini diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di desa ini dan sekitarnya. Tercatat sampai dengan diresmikannya kampung tangguh ini ada 40 kasus positif, isoman 10 orang dan meninggal ada 2 orang.
Saat ini di Desa Ngadirenggo sendiri masih tersisa 4 kasus yang terpapar Covid-19 dan semoga setelah pencanangan Kampung Tangguh Semeru ini bisa sembuh semua.
Menurut Kepala Desa Ngadirenggo, Mulyanto, sangat berharap tidak ada lonjakan penyebaran Covid-19 yang lebih besar lagi kedepannya.
Sekda Joko Irianto, yang mewakili Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin dalam peresmian kampung tangguh ini penanganan Covid-19 membutuhkan dukungan dan kesadaran Masyarakat dan semua pihak.
Diceritakan oleh Joko Irianto putra mantan Bupati Trenggalek Brigjend Soetran tersebut, awal penanganan Covid-19 Pemkab Trenggalek mampu melokalisir penyebran Covid-19 dengan baik.
Bahkan diterapkan 3 titik Check Point dari arah Tulungagung, Ponorogo dan Pacitan, sehingga penanganan Covid-19 dapat berjalan cukup efektif.
Namun karena sudah ada tranmisi lokal, maka penerapan pembatasan ini tidak mungkin dilakukan kembali.
Apalagi Kabupaten Trenggalek saat ini masuk kedalam zona merah (zona resiko tinggi). Segala upaya perlu dilakukan untuk bisa mengendalikan penyebaran Covid-19, namun tentunya perlu dukungan dan kedisiplinan seluruh elemen masyarakat, mematuhi, protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan sesering mungkin mencuci tangan).
Saat ini Pemkab Trenggalek tengah berupaya menambah ruang isolasi mandiri maupun menyiapkan beberapa puskesmas untuk rumah sakit darurat Covid-19 untuk kecukupan ruang perwatan pasien Covid-19.
Kapolres Trenggalek, AKBP Dony Satria Sembiring, dalam peresmian Kampung Tangguh Semeru Desa Ngadirenggo ini menyayangkan masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan.
Diharapkan dengan peresmian kampung tangguh ini, dapat menyadarkan semua untuk perduli pada diri sendiri, keluarga dan sesama dengan mematuhi protokol kesehatan.
Pamen Polri ini menyebut, Kecamatan Pogalan menyumbangkan kasus 3 tertinggi meninggal akibat Covid-19. Menurutnya hal ini perlu diwaspadai dan jangan ada lagi kasus kematian akibat Covid-19, pesannya. (Sae).
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Senin 27 Juli 2026, 13:47 WIB
.
Senin 27 Juli 2026, 13:45 WIB
.
Senin 27 Juli 2026, 13:45 WIB
.
Loading...
| Berita Terkini | Indeks |