Breaking News
Wagub Cik Ujang Dorong Dukungan IJD 2027, Usulkan Pembangunan Jalan dan Jembatan Sumsel ke Kementerian PU | Gubernur Herman Deru Tekankan Pentingnya Pembinaan Atlet Bulutangkis Sejak Dini pada Gubernur Sumsel Cup 2026 | Hadapi HUT RI Dan Festival Pacu Jalur, Pemkab Kuansing Perkuat Koordinasi Bersama Camat | PDRB Riau Terbesar Kedua di Luar Jawa, Kontribusi ke Ekonomi Nasional Capai 5,25 Persen  | Jelang HUT ke-69 Riau, Menteri Besar Perlis Sampaikan Doa dan Harapan Terbaik  | Enam Pelabuhan ASDP Resmi Terapkan Standar Baru Keselamatan Nasional |

Personel Satgas TMMD Bojonegoro Ajari Anak-anak Permainan Tradisional
Minggu 21 Maret 2021, 07:48 WIB
BOJONEGORO - Keberadaan Gadget, atau kemudahan menggunakan android serta kemudahan mendapatkan jaringan internet, banyak membuat anak anak ini tak henti menggunakan Android, untuk melakukan permainan serta penggunaan aplikasi aplikasi yang ada di Handphone Android.

Untuk mengalihkan perhatian dari Pesona Android, para personil TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke 110 Kodim 0813/Bojonegoro ini mengajak anak anak di Desa Ngrancang, kecamatan Jatimulyo, Kabupaten Bojonegoro, membuat permainan tradisional jaranan yang berasal dari pelepah pisang.

Sebelumnya anak anak ini bersama personil Satgas TMMD ke 110 mencari pelepah pisang di kebun milik warga dan kemudian, mereka membersihkan dari daun pisang yang masih menempel sebelum di bentuk menjadi permainan jaranan.

"Kami saat senggang sengaja mengajak anak anak ini untuk bermain bersama untuk melakukan permainan tradisional, karena saat ini kebanyakan anak anak tidak mengenal membuat permainan sendiri, karena lebih pada permainan game online," Ungkap Salah satu Personil TMMD Bojonegoro,Koptu Benny. 

Dijelaskan juga oleh Koptu Benny, bahwa dengan bermain bersama dengan permainan tradisional ini juga untuk menangkal permainan game online dari layar Handphone mereka apalagi ditengah pandemi Covid 19 anak anak ini sangat sering menggunakan android.

"Ini sangat berbahaya jika kita tidak melakukan pengalihan permainan, bukan berarti untuk mereka meninggalkan Handphone Android mereka karena harus belajar online, namun dengan bermain tradisional akan dapat membuat anak anak ini bisa menjalin kebersamaan dan juga kekompakan serta lebih dekat antara temannya," Tambah Koptu Benny.

Selain itu, Tim Satgas Yang lain juga mengingatkan bahwa dengan adanya belajar daring atau belajar sistem online ini jika tidak dilakukan pendampingan oleh Orang tua juga berdampak tidak baik, karena anak anak ini bisa saja membuka aplikasi lain yang membahayakan cara berfikir anak.

"Karena didalam Android itu terdapat banyak aplikasi yang bisa membahayakan anak anak, sehingga pendampingan orang tua sangatlah berarti bagi perkembangan anak," tambah Koptu Benny.

Dengan permainan tradisional bersama Satgas TMMD ini, anak anak sangat merasa senang, karena jarang sekali mereka bermain dan berkumpul dengan temannya apalagi ditengah pandemi Covid 19 ini.

"Kami jarang sekali bermain seperti ini, apalagi bermain dengan membuat permainan sendiri, kami bisa membuat permainan ini setelah diajarkan pak tentara," kata Adi salah satu anak di Desa Ngrancang. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top