Breaking News
Sky Game Batam Bersama Insan Pers Perkuat Kemitraan Silaturahmi Rutin Dan Ngopi Santai | Polres Pekalongan Kota Gelar Patroli Skala Besar Antisipasi Street Crime Dan Balap Liar Saat Akhir Pekan | Polsek Mandau Gagalkan Peredaran Sabu di Bathin Solapan, Dua Pelaku Diamankan | Heri Amalindo dan Sekda Muara Enim Pimpin Upacara Pemakaman Nang Ali Solihin | H. Cik Ujang Tinjau Jalan Longsor di Pemulutan Barat, Minta Perbaikan Segera Diusulkan | H Cik Ujang Dorong Potensi Persawahan di Desa Kamal Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat |

Sesali Langkah AS Blokir Pernyataan PBB, China Bersedia Jadi Tuan Rumah Pembicaraan Israel-Palestina
Senin 17 Mei 2021, 11:49 WIB
Siagaonline.com - China menyesali langkah Amerika Serikat memblokir pernyataan Dewan Keamanan PBB tentang perseteruan Israel-Palestina ketika organisasi itu mendesak upaya internasional yang lebih besar untuk menghentikan pertumpahan darah.
China juga bersedia menjadi tuan rumah pembicaraan antara perwakilan Israel dan Palestina.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Minggu (16/5). China saat ini menjabat sebagai ketua bergilir DK PBB.

"Sayangnya, hanya karena halangan satu negara, Dewan Keamanan belum dapat berbicara dengan satu suara," kata Wang Yi seperti dikutip dari CNNIndonesia.

China juga meminta Amerika Serikat untuk memikul tanggung jawab yang semestinya.

Wang mendesak segera dilakukan gencatan senjata dan menyerukan Dewan Keamanan untuk mengambil tindakan tegas, termasuk mengulangi dukungan untuk solusi dua negara.

Dia mengatakan bahwa China, yang telah memperluas perannya di dunia, akan menyambut baik menjadi tuan rumah pembicaraan antara perwakilan Israel dan Palestina.

Amerika Serikat, sekutu utama Israel, memblokir rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membahas konflik Israel dan Palestina yang seharusnya digelar pada Jumat (14/5).

DK PBB sendiri sudah menggelar dua pertemuan tertutup untuk membahas peningkatan ketegangan antara Israel dan Palestina dalam sepekan belakangan.
Dalam pertemuan itu, AS sebagai sekutu kuat Israel mencegah upaya DK PBB untuk mengeluarkan pernyataan berisi desakan mengakhiri kekerasan.

Perwakilan AS menyatakan bahwa tim negaranya sedang melakukan diplomasi di balik layar. Menurut AS, pernyataan DK PBB itu akan kontraproduktif dengan upaya negaranya.

Presiden AS, Joe Biden, juga telah berbincang dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menyampaikan harapan agar pergolakan di kawasan cepat berakhir. Namun, ia menekankan bahwa Israel berhak mempertahankan diri dari serangan roket Hamas.


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top