Breaking News
CKG Kota Pekanbaru Makin Dikebut, 250 Ribu Warga Sudah Akses Layanan Kesehatan Gratis | Imigrasi Kelas II TPI Karimun Berserta Jajaran Nya Menggelar Kegiatan Sosial | Irjen Pol. Ruddi Setiawan Terima Silaturahmi Pengurus IKAGARA Banda Aceh | UPDRS Tetap Komitmen Bersama PMI Untuk Pengadaan Darah Pasien  RSUD Dr. H. Mohamad Rabain | Nilai Kerja Sama Media Diskominfo Kampar Jomplang, Forum Pemred Siap Koordinasi dengan Kejati Riau | Susun Rencana Pembangunan Industri, Pemkab Bintan Dongkrak Ekonomi dan Lapangan Kerja |

Arahan Konsep Wisata Cakat Raya Tulang Bawang Menjadi Wisata Etnik Terintegritas dan Artistik
Sabtu 05 Juni 2021, 09:14 WIB
Siagaonline.com, Menggala - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang (Tuba) mengarahkan kawasan wisata di Cakat Raya, Kampung Menggala, Kecamatan Menggala Timur menjadi kawasan wisata etnik, terintegrasi dan artistik.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bung Dicky Soerachman, menjelaskan bahwa Konsep pembangunan area Cakat Raya, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang diarahkan untuk menjadi kawasan wisata etnik terintegrasi dan artistik.

“Mengenai pembangunan ruko yang ada dikawasan tersebut, diarahkan untuk umum berjualan cinderamata atau produk lokal sebanyak satu unit terdiri dari empat pintu dan tidak merubah fungsi kawasan tersebut tetap kawasan wisata terintrgrasi,” terang Dicky sapaan akrab Kepala Bappeda, Jumat (4/6/021).

Lanjut Dicky, dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat Tahun 2019 berikut jalan setapak, toilet dan sumur bor.

“Mengenai perencanaannya, memang dari Pemerintah pusat, artinya menu kegiatannya telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat. Dinas Pariwisata Kabupaten Tulangbawang sudah mengusulkan untuk didahulukan fasilitas lain seperti taman, gazebo dan fasilitas penunjang lainnya tapi pemerintah pusat tetap menentukan kios cinderamata untuk dibangun terlebih dahulu,” ucap Dicky.

Lebih lanjut Dicky menuturkan, sebaiknya penjelasan yang diinginkan tentang rancangan pembangunan hendaknya dimintakan keterangan kepada kami pihak Bappeda yang bertanggungjawab mengkoordinasikan dokumen perencanaan. 

“Agar Secara jelas, teknokratis, filosofis, dan alur proses dan pembiayaannya serta tidak membangun persepsi yang tidak sesuai kaidah keilmuan perencnaan dan penganggaran ujar,“ tutup Dicky Soerachman.(ferza irawan)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top