Abrasi Pantai Ancam Pemukiman dan Jalan Pinggir Pantai di Natuna
Senin 14 Juni 2021, 20:33 WIB
Siagaonline.com, Natuna - Ancaman abrasi pantai terjadi di Natuna. Kondisi Natuna yang berada di perbatasan Laut Cina Selatan rawan diterjang gelombang pasang. Salah satu pantai yang teracam abrasi berada di wilayah Kecamatan Bunguran Selatan dan kawasan pantai Kecamatan Bunguran Timur Laut. Beberapa penyebabnya wilayah pantai Kecamatan tersebut terkena imbas musim angin utara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko mengatakan, kondisi sebagaian besar wilayah pesisir pantai di Natuna sangat rawan ancaman abrasi pantai dan air pasang. Dan terus mengurangi luas wilayah pantai di Natuna.

â€Setiap tahun wilayah pantai mengalami dampak musim angin utara. Kami mengharapkan adanya perhatian pemerintah pusat mencegah bertambahnya kerusakan pantai,†kata Boy Wijanarko, di kantornya, Jalan Batu Sisir Bukit Arai Kecamatan Bunguran Timur, Senin (14/06/2021).
Boy Wijanarko mengatakan akibat musim angin utara sudah mengkhawatirkan akan merusak pemukiman masyarakat yang berada di kawasan pantai dan jalan yang sudah dibangun pemerintah.
Sejauh ini katanya, pihak Desa Setempat sudah melakukan upaya membangun tanggul untuk menahan gelombang laut di musim angin utara dan menanam mangrove. Namun usaha masyarakat tersebut belum maksimal untuk menangkal gelombang pantai.
Boy Wijanarko menyebutkan sudah sering menyampaikan ke pihak BWS terkait abrasi pantai tersebut.
Dikatakannya bahwa, pihak DLH meminta bagaimana program kedepan pada musim tertentu terutama di musim Utara abrasi akan tetap terjadi, kondisi sekarang ini tidak akan bisa menahannya.
Boy menyebutkan salah satu upaya untuk menahan sementara yaitu membuat penahan ombak baru di tanam mangrove.
Menanggapi hal tersebut, Asisten ll Setda Kabupaten Natuna Tasrif Amran sangat menyayangkan terhadap pihak BWS, karena sampai sekarang ini belum ada upaya untuk membangun tanggul penahan ombak terutama di daerah yang dekat dengan jalan.

Tasrif berharap kedepannya pihak pemerintah daerah dan pemerintah pusat lebih serius menanggapi hal ini, karena beberapa titik sudah nampak abrasi yang mengakibatkan jalan pinggir pantai putus.
"Selain Jalan juga Pemukiman masyarakat pinggir pantai juga terancam, Natuna merupakan Kepulauan masyarakatnya banyak tinggal di pinggir pantai" terang Tasrif.
Tasrif mengatakan usulan dari DLH sangat tepat untuk menahan ombak, mudahan ke depan pihak BWS bisa menanggapi dan mengalokasikan untuk penahan ombak di Kabupaten Natuna. (Adv-Rijal)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Rabu 12 Agustus 2026, 17:27 WIB
.
Rabu 12 Agustus 2026, 17:06 WIB
.
Rabu 12 Agustus 2026, 14:37 WIB
.
Loading...
| Berita Terkini | Indeks |