Breaking News
Pekanbaru Jadi Rujukan Pemeritah Kota Solok Terapkan Manajemen Talenta | Peringati HAN ke-42, Pj. Sekda Karimun Gaungkan Kampanye BERLIAN Dan Tegaskan Komitmen Kabupaten Layak Anak | Tiga Tiket Terakhir Diperebutkan, Pekan Terakhir Babak Zona DCL 2026 Dimulai | UPT SDN 08 Pulau Punjung Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Inovasi "Sabtu Ceria" | Pulau Punjung Dominasi Jambore PKK, Sabet Gelar Juara Umum Tingkat Dharmasraya | KKS Singkirkan Bonjol, Daftar 16 Besar DCL 2026 Akhirnya Lengkap |

Nurman dan Lima Warga lainya Korban Penyerobotan Lahan Diduga Oknum TNI
Senin 21 Juni 2021, 08:43 WIB
Siagaonline.com, Taluk Kuantan - Nurman (47 THN) dan  bersama lima warga Muara Petai kecamatan Pucuk Rantau, Kabupaten Kuantan Singingi menjadi korban penyerobotan lahan yang dilakukan oleh J yang diduga merupakan oknum TNI.

Dalam Kesempatan dan pertemuannya dengan awak Media, Nurman membeberkan,  lahan miliknya dan lima warga lain dikelola secara sepihak oleh J tanpa memberikan pemberitahuan terlebih dahulu.

“Inti dari laporan yang dilayangkan korban adalah pengolahan lahan tanpa pemberitahuan. Padahal lahan tersebut secara kepemilikan adalah milik korban yang bernama Nurman dan warga lainnya,” katanya, Sabtu (19/6/2021).

Nurman juga menunjukkan Surat Keterangan Penguasaan Tanah (SKPT) yang diterbitkan Desa Seitiang tahun 2018 dan kwitansi biaya pembuka lahan yang menegaskan ia adalah pemilik sah dari tanah yang dikuasi oknum tersebut.

Berdasarkan keterangan Nurman, diduga oknum TNI merupakan kaki tangan dari salah satu perusahaan asing yang menjadi dalang dari kegiatan tersebut.

Ketua BPD Desa Setiang, Edi Hamzah mengatakan, oknum TNI atau perwakilan perusahaan tidak pernah memberitahu aparat Desa dan masyarakat setempat terkait pembukaan lahan itu.

“Oknum atau perwakilan perusahaan tersebut tidak pernah datang untuk memberitahu atau musyawarah kepada masyarakat sekitar jika akan adanya pembukaan lahan atau pengolahan lahan,” ungkapnya.

Sementara ketika di konfermasikan kepada  Kepala Desa Setiang, Rasid Asmianto  melalui telpon selulernya mengatakan, "Sampai saat ini kami belum ada laporan dari kedua belah pihak terkait penyerobotan lahan tersebut," ujarnya.

Namun, tiga hari yang lalu ada oknum J yang datang ke kantor Desa hendak mengurus SPKT tanah.

Ia meminta agar kedua belah pihak yang bersengketa dapat bermediasi untuk menyelesaikan kasus penyerobotan lahan tersebut.

“Kita berharap dapat duduk bersama dengan semua pihak. Baik pihak Nurman dan juga pihak J Agar masalahnya lebih jelas dan terselesaikan dengan baik,” tutupnya

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top