Breaking News
Mahasiswa Keperawatan UNP Meriahkan Piaman Berayo Lewat Edukasi Kesehatan dan Pentas Seni | Herman Deru Launching Logo, Maskot Si Bara, dan Theme Song FORPROV II KORMI Sumsel 2026, Targetkan Muara Enim Jadi Role Model Penyelenggaraan Terbaik | PT.Pacifik Indopalm Industries Salurkan Bansos Siswa Anak Yatim Piatu Sekitar Pabrik. | Herman Deru Buka Gubernur Cup Sambo 2026, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi dan Berkarakter | Sky Game Batam Bersama Insan Pers Perkuat Kemitraan Silaturahmi Rutin Dan Ngopi Santai | Polres Pekalongan Kota Gelar Patroli Skala Besar Antisipasi Street Crime Dan Balap Liar Saat Akhir Pekan |

Dijadikan Jadi Sarang Mesum Gedung Evakuasi Bencana BPBD Rohul Memprihatinkan
Senin 28 Juni 2021, 18:07 WIB
Siagaonline.com, Rokan Hulu - Gedung evakuasi Korban Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang terletak di belakang komplek Water Front City Sei Batang Lubuh Pasir Pengaraian dijadikan sarang mesum pasangan anak muda.

Hal itu terungkap dari postingan video di media sosial Facebook oleh pemilik akun Umri Hasibuan belum lama ini. Dari potongan video tersebut tampak tumpukan sampah berserakan di lantai, mulai dari alat kontrasepsi hingga pakaian dalam wanita.

Kepala BPBD Rohul, H Zulkifli Said saat dihubungi media ini melalui sambungan selulernya mengatakan gedung tersebut  aset milik BPBD Provinsi Riau, saat ini pihaknya sedang mengurus serah terima aset ke Pemkab Rohul.

"Sedang pengurusan serah terima aset dari BPBD Riau ke Pemkab Rohul," ujar Zulkifli, Senin (28/06/2021).

Saat disinggung terkait perawatan gedung, Zulkifli mengaku sudah pernah menempatkan personilnya untuk menjaga gedung tersebut namun selalu mendapat gangguan dari orang tak bertanggung jawab

Zulkifli menambahkan minimnya anggaran biaya yang dimiliki sehingga tidak dapat berbuat banyak untuk melakukan perawatan.

"Kami sudah berupaya melakukan perawatan namun terkendala biaya, "terangnya.

Sementara itu dari hasil pantauan media di lokasi gedung evakuasi bencana milik BPBD itu tampak tidak terawat. Mulai dari semak belukar hingga tumpukan sampah yang berserakan dan kerusakan bagian gedung. 

Salah seorang warga inisial AN (48) yang tinggal disekitar gedung menyebutkan minimnya pengawasan membuat orang dengan mudah masuk dan berbuat tidak senonoh.

Dia berharap pemerintah melakukan pengawasan dan perawatan. Kalau tidak bisa difungsikan kembali mungkin bisa dirawat sehingga tidak dijadikan tempat terjadinya hal-hal negatif.

"Mereka merasa bangunan ini tidak bertuan sehingga siapapun yang memanfaatkannya dengan hal-hal negatif bisa berkumpul di sini," tuturnya.

Selain itu, warga berharap agar aparat penegak hukum dan Satpol PP Rohul memantau aset pemerintah yang tidak ditempati. Setidaknya tidak dijadikan tempat mesum atau perjudian yang meresahkan warga sekitar.(RLS/Re)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top