Breaking News
Kolaborasi Polsek Bantan–Satresnarkoba Polres Bengkalis Bongkar Peredaran Narkoba | Pemerintah Kota Pekanbaru Siapkan Layanan VCT Gratis Bagi Pengidap HIV/AIDS | Manggala Agni Masih Padamkan Karhutla di Enam Titik di 4 Kabupaten di Riau  | Wamen Nezar Patria Ungkap Strategi Indonesia Kuasai Lima Lapisan AI, dari Energi hingga Aplikasi  | DPRD dan Pemkab Bengkalis Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 | DPRD Setujui Kerja Sama Pengelolaan E-Ticketing Ro-Ro Air Putih–Sungai Selari |

SOSIALISASI STUNTING, POSBINDU DAN GERMAS DALAM RANGKA KEGIATAN NON FISIK TMMD REGULER KE 111 KODIM
Sabtu 03 Juli 2021, 21:52 WIB
YOGYAKARTA - Stunting (pendek) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur.Target yang ditetapkan adalah menurunkan angka stunting hingga 40% pada tahun 2025. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah menetapkan stunting sebagai salah satu program prioritas.
 
Mayor Inf Sriyanto Komandan Koramil 04/Danurejan mengungkapkan, kegiatan kita saat ini adalah Sosialisasi Stunting, Posbindu, dan Germas dalam Rangka kegiatan non fisik TMMD Reguler ke 111 Tahun 2021 Kodim 0734/Kota Yogyakarta, Monggo kita perhatian bersama apa yang diberikan oleh narasumber dalam memberikan ilmu atau arahan kepada kita semua, sehingga dalam melaksanakan tugas sehari - hari sebagai kader posyandu akan lebih mengetahui atau lebih mendalami ilmu yang diberikan dari Dinas Kesehatan,"jelasnya. Sabtu (03/07/2021)
 
Ibu Dewi Wulandari, S.Kep,Ns pada saat memberikan materi tentang stunting menjelaskan, pandemi COVID-19 membuat adanya kemungkinan jumlah anak stunting (kekurangan gizi kronis) di Indonesia bertambah. Sehingga diprediksi target penurunan stunting hingga 14 persen sulit tercapai, mengingat Posyandu tidak lagi beroperasi dan tenaga kesehatan di Puskesmas juga tidak luput dari dampak COVID-19."terangnya.
 
Deteksi dini seperti pemantauan pertumbuhan rutin di fasilitas kesehatan penting dalam mencegah terjadinya malnutrisi pada anak. Supaya angka stunting turun, perlu modifikasi strategi kebijakan yang dapat diimplementasikan di tingkat daerah."Selain itu, masyarakat diimbau untuk segera menghubungi kader atau fasyankes apabila anak mengalami  penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, maupun gangguan kesehatan lainnya.
 
Berkaitan dengan strategi khusus pencegahan stunting selama masa pandemi, kuncinya adalah pada pemberian gizi yang baik, pemantauan tumbuh kembang rutin untuk deteksi dini, serta sistem rujukan berjenjang," tandasnya.

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top