Breaking News
Rektor UNP Lepas 20 Mahasiswa Ikuti Program Student Exchange ke China | FBS UNP Gelar Workshop Percepatan Lulusan, Dorong Mahasiswa Angkatan 2022 Lulus Tepat Waktu | Mahasiswa Keperawatan UNP Meriahkan Piaman Berayo Lewat Edukasi Kesehatan dan Pentas Seni | Herman Deru Launching Logo, Maskot Si Bara, dan Theme Song FORPROV II KORMI Sumsel 2026, Targetkan Muara Enim Jadi Role Model Penyelenggaraan Terbaik | PT.Pacifik Indopalm Industries Salurkan Bansos Siswa Anak Yatim Piatu Sekitar Pabrik. | Herman Deru Buka Gubernur Cup Sambo 2026, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi dan Berkarakter |

Oknum Kabid Di Rohul Diduga Terima Uang Pelicin Rp 30 Juta Terkait Pendaftaran Pencatatan PUK Serika
Sabtu 31 Juli 2021, 01:03 WIB
Siagaonline.com, Rokan Hulu - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) diduga meminta uang sebesar Rp 30 juta untuk pencatatan salah satu serikat pekerja buruh di Rokan Hulu.

Terbongkarnya kasus ini diketahui dari pengakuan salah seorang Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Buruh inisial LO (50 tahun) yang di kutip dari berita metroterkini.com belum lama ini.

LO mengatakan oknum ASN dengan jabatan Kabid di Diskopnakertrans Rohul itu meminta uang untuk pendaftaran pencatatan kepada pengurus PUK Serikat Pekerja Buruh yang bermitra dengan PT Mahato Inti Sawit (PT MIS), Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara.

"Kabid berjanji akan mencatat PUK Serikat Buruh dengan harus menyetorkan uang sebesar Rp 30 juta," ujar LO.

Lebih lanjut LO mengatakan uang tersebut diserahkan langsung kepada oknum Kabid pada September 2020 lalu diatas selembar kwitansi serta dibubuhi materai. Setiap kali ditanya terkait pencatatan PUK tidak pernah mendapat jawaban dan terkesan mengelak.

"Sudah hampir setahun tidak ada jawaban dan kepastian dari Kabid," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kabupaten Rokan Hulu, Zulhendri saat dikonfirmasi melalui saluran selulernya mengaku tidak tahu persoalan tersebut.

"Saya tidak tahu, sebaiknya tanya langsung sama yang bersangkutan," ujar Zulhendri singkat.

Zulhendri menegaskan tidak pernah memerintahkan Kabid untuk menangani persoalan tersebut karena sudah ada serikat buruh yang tercatat di Dinas.

Terpisah, oknum Kabid saat dikonfirmasi melalui selulernya terkait permasalahan tersebut langsung memblokir sambungan telefon awak media.(PR/Re)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top