Breaking News
Merah Putih Harus Berkibar! Kolaborasi Polres, GEMPUR, GMNI dan GMKI Bagikan 3.000 Bendera di Telukdalam | Bupati dan Wakil Bupati Karimun Sambut Hangat Kedatangan Kajari Karimun Yang Baru di Pelabuhan Domestik | Kalapas Muara Enim Hadiri Kegiatan Mendengarkan Pidato Presiden RI dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 2026 | Gubernur Herman Deru Tegaskan Dukungan Penuh Sumsel terhadap Program MBG | Gubernur Herman Deru Bersama DPRD Sumsel Sepakati KUA-PPAS APBD 2027 | Sulap Limbah Jadi Berkah, TP PKK Kota Pekalongan Dorong Kain Perca Bernilai Ekonomi |

Kodam IV/Diponegoro Selenggarakan Pelatihan Aplikasi Silacak dan InaRISK Untuk Penguatan Tracing
Senin 02 Agustus 2021, 13:55 WIB
Siagaonline com, Semarang –  Dalam rangka mendukung percepatan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Kodam IV/Diponegoro menyelenggarakan pelatihan aplikasi Silacak dan InaRISK kepada jajaran Satuan Teritorial wilayah Kodam IV/Diponegoro yang bertempat di Balai Diponegoro, Jalan Perintis Kemerdekaan, Watugong. Senin (02/08/2021).

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan dengan prokes ketat itu di ikuti oleh para Kasiter Korem dan Pasiter Kodim  dengan didampingi operator satuannya masing – masing.

Sebagai informasi, aplikasi Silacak adalah program penguatan tracing dalam penanganan pandemi Covid-19 dan telah dilaksanakan di 51 Kabupaten/kota di 10 provinsi, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Kalimantan Selatan.

Sehubungan dengan itu diterangkan lebih lanjut oleh Aster Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Arm Brantas Suharyo G, melalui Pabandya Puanter Letkol Inf Sasono, bahwa kegiatan pelatihan tersebut  untuk disosialisasikan kepada para Babinsa dalam mencari data yang akurat kasus penyebaran Covid-19 di wilayahnya masing - masing guna dilaporkan ke Sterdam IV/Diponegoro.

Ditempat yang sama Wakainfolahtadam IV/Diponegoro letkol Caj Drs Ketut Darmaja M.Pd.H juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut kunjungan Panglima TNI ke Kelurahan Maguwoharjo dan Puskesmas Berbah Yogyakarta tentang bagaimana cara menginput data aplikasi Silacak untuk mentracing siapa saja yang terpapar dan bersentuhan.

Selain aplikasi Silacak Panglima TNI juga memerintahkan agar mensosialisasikan aplikasi InaRISK yang dibuat oleh BNPB guna melakukan penilaian mandiri terkait perlu atau tidaknya melakukan tes cepat (Rapid Test) Covid-19 dengan harapan rasio perbandingan yang telah ditetapkan oleh standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat maksimal.

Secara terpisah Wakapendam IV/Diponegoro Letkol Inf Muchlis Gasim, S.H., M.Si. menyampaikan bahwa Sosialiasi aplikasi Silacak bertujuan untuk mencari dan memantau kontak erat dari kasus yang konfirmasi Covid-19, sehingga memudahkan untuk menemukan data terkonfirmasi dengan cepat dan akurat sehingga dapat segera ditangani.

“Dengan adanya tracer tersebut akan memudahkan Babinsa dalam memantau orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi”, ucapnya.

Selain itu aplikasi penggunaan InaRISK juga bertujuan untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 dan menyusun strategi pelaksanaan program, kebijakan, serta kegiatan untuk mengurangi risiko bencana Virus Corona. InaRISK juga bisa diguanakan untuk mengetahui risiko bencana alam yang akan terjadi disekitar, seperti banjir, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem , abrasi, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, letusan gunung api, tanah longsor, tsunami, dan bencana multibahaya.
(Nur Kholis)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top