Breaking News
Dua Hari Menemani Warga Manggarai Barat, Tim Trauma Healing Polda Jateng Bantu Pulihkan Kekuatan Psikologis Warga Terdampar Gempa | Pacu Jalur 2026 Tercoreng, Aktivitas PETI Diduga Picu Air Sungai Keruh di Sijunjung, Kapolda Sumbar Jangan Tutup Mata | Mahasiswa KKN Universitas Serasan Gelar Sosialisasi pernikahan dini dan Pergaulan Bebas di SMK Bina Mulya Lawang Kidul | Sidang Perdana Gugatan Lingkungan PT APSL Digelar, Tergugat Tak Hadir | Tumbuhkan Budaya Literasi Sejak Dini, Bunda Literasi Kabupaten Karimun Berikan Motivasi kepada Puluhan Siswa SD | Kapolres Pekalongan Kota Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Teguhkan Semangat Pengabdian dan Profesionalisme  |

Pemprov Riau Beli Alat Pendeteksi COVID-19 Varian Delta
Jumat 27 Agustus 2021, 21:25 WIB
Pekanbaru - Pemprov Riau memesan alat pendeteksi COVID-19 varian delta. Sebab, saat ini pasien yang positif varian delta telah mencapai 28 orang.

"Rencana kita mau beli alat pendeteksi varian delta, dari RS AA (Arifin Ahmad) Pekanbaru. Kita masih menunggu (alat) inden," ujar Gubernur Riau Syamsuar Jumat (27/8) di Pekanbaru.

Alat itu dibeli karena selama ini Pemprov Riau terlalu lama menunggu hasil pemeriksaan swab pasien yang terindikasi varian delta. Bahkan hingga kini, ada beberapa sample yang sedang menunggu hasil dari pusat.

"Terlambat hasilnya karena kita belum punya alat yang bisa mendeteksi varian baru, makanya kita beli aja sendiri," kata Syamsuar.

Syamsuar menjelaskan, laporan yang pertama ada 6 orang terdeteksi varian delta dari swab PCR bulan Mei 2021 lalu. Sedangkan laporan yang baru, ada 22 orang dengan hasil swab PCR bulan Juli 2021.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Arifin Ahmad dr Nuzelly mengatakan, hingga saat ini pasien yang terinfeksi varian delta di Riau mencapai 28 orang. Sedangkan sample yang dikirim dalam jumlah banyak.

"Kita kirim samplenya banyak, terakhir yang keluar hasilnya 22 orang yang bulan Juli lalu. Masih banyak sample yang kita tunggu. Kalau total yg positif varian delta 28 orang," kata Nuzelly.

Nuzelly menyampaikan, pihaknya memang sedang mengajukan pembelian alat pendeteksi varian delta. Namun, masih menunggu alatnya datang.

"Iya sudah kita kordinasikan dengan Balitbang juga untuk pengajuan pembelian alat itu, masih menunggu," kata Nuzelly.(Mar)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top