Breaking News
Tiga Tiket Terakhir Diperebutkan, Pekan Terakhir Babak Zona DCL 2026 Dimulai | UPT SDN 08 Pulau Punjung Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Inovasi "Sabtu Ceria" | Pulau Punjung Dominasi Jambore PKK, Sabet Gelar Juara Umum Tingkat Dharmasraya | KKS Singkirkan Bonjol, Daftar 16 Besar DCL 2026 Akhirnya Lengkap | Kapolres Muara Enim Berikan Penghargaan Dua Personel Peraih Medali Emas dan Dua Medali Perak Karate Kapolda Cup Sumsel 2026 | Terima Audiensi Aliansi Nelayan, Bupati Karimun H. Ing Iskandarsyah Siap Teruskan Aspirasi Terkait Sedimentasi Pasir Laut |

Kadiskes Rohul Diduga Suap Wartawan Hentikan Pemberitaan PJI D Rohul Minta Usut Tuntas soal Nakes
Rabu 29 September 2021, 19:08 WIB
Siagaonline.com, Rokan Hulu - Beredarnya pemberitaan klarifikasi Kepala Dinas Kesehatan Rohul di media online, menyangkal lakukan tugaan suap, DPC PJI Demokrasi Rohul angkat bicara gelar konferensi pers perihal isi minta nomor rekening bank dan menghentikan pemberitaan Nakes di tujukan kepada Wartawan Katakabar.com, Rabu (29/09/2021) di kantor PJI-D Rohul. Pasir Pangaraian.

Yahya Siregar wartawan Media Katakabar.com mengatakan bahwa tidak pernah terpikirkan, atau ingin mendapatkan iming-iming berupa pemberian, apalagi meminta sejumlah uang dari seorang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu, dr Bambang Triono terkait seputar pemberitaan dugaan kasus Korupsi dan insentif (Nakes) penanganan Covid 19 Tahun anggaran 2020 lalu.

Sementara itu dijelaskan pada pemberitaan sebelumnya, Kepada wartawan katakabar.com, Kepala Dinas Kesehatan Rokan Hulu dr Bambang Triono secara tiba-tiba menyuruh wartawan yang bertugas melakukan pemberitaan seputar dugaan korupsi dana insentif Nakes penanganan Covid 19 tahun anggaran 2020 yang saat ini ditangani Polda Riau untuk mengirim nomor rekening bank agar dikirimkan lewat pesan whatsApp nya.

"Saat itu, saya diminta Kadinkes Rohul dr Bambang Triono untuk mengirimkan nomor rekening bank saya. Gunanya sebut dia untuk tidak membikin berita dinkes soal dugaan kasus korupsi pemotongan dana insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) yang saat ini diduga masih mengendap di Mapolda Riau," kata Yahya Siregar.

Di kantor PJI Demokrasi Rokan Hulu Yahya mengklarifikasi selaku wartawan katakabar.com tidak pernah membicarakan soal uang. Jangankan berbicara soal uang, waktu itu saat dia menyebutkan untuk konfirmasi pun Kadiskes ogah-ogahan dalam menjawab pertanyaan seputar pemeriksaan dirinya terkait dugaan kasus korupsi insentif Nakes tersebut di Mapolres Rohul.

Ditempat yang sama, Ketua DPC PJI Demokrasi Rohul, Theresia Situmorang, SH saat mendampingi Yahya Siregar yang juga Wakil Ketua PJI D Rohul, menyebutkan dalam hal ini, perintah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu itu telah menunjukkan arogansinya terhadap wartawan yang bersangkutan. Seolah semuanya bisa dia bayar dengan uang.

"Sesuatu hal yang perlu saya tegaskan bahwa, dalam investigasi kami dilapangan menunjukkan adanya dugaan hak para Tenaga Kesehatan (Nakes) penanganan Covid 19 di Kabupaten Rokan Hulu yang sedang rampas. Itu semangat kami, dan khususnya media 'katakabar.com' pada saat itu terus berupaya menginvestigasi persoalan ini secara mendalam, meskipun aparat penegak hukum menghentikan penyelidikannya maupun melanjutkannya, kita pantau terus," beber Ketua PJI Dsaat konferensi Pers di Kantor PJI D Rokan Hulu.

Dia berharap, kepada pihak aparat penegak hukum dalam hal ini bagian penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau dapat mengungkap secara terang benderang agar dugaan kasus korupsi dana insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) penanganan Covid 19 itu dapat terungkap.

"Kita sangat berharap, kepada aparat penegak hukum bisa membongkar kasus ini sedalam-dalamnya. Jika dugaan korupsinya ada maka siapapun yang terlibat didalamnya tidak bisa ditolelir harus diproses secara hukum yang berlaku, apalagi ini soal menciptakan pelayanan yang baik bagi masyarakat," tambahnya.

Theresia Situmorang, SH, juga menyayangkan sikap Kepala Dinas Kesehatan Rokan Hulu tersebut, meminta kepada wartawan menghentikan pemberitaan dan meminta nomor rekening, tetapi beri klarifikasi yang berbeda akan mengirim sejumlah uang karena berteman dengan wartawan dan sedang ada rezeki, seperti pada pemberitaan di beberapa media siber, seolah-olah tujuan utama seorang Jurnalis dalam pemberitaan adalah uang, sehingga menganggap seorang jurnalis bisa dibeli dengan uang.

"Kita sangat menyangkan tindakan dari Kadiskes tersebut, apalagi ini menyangkut harga diri seorang Jurnalis mempertanggung jawabkan profesinya, padahal Yahya sendiri tidak pernah minta sejumlah uang, atau sebaliknya sedang butuh uang maka ditawarkan rekening dalam konfirmasinya, mengapa pula meminta hentikan pemberitaan itu, ada apa dengan Dinkes? ," terang Ketua DPC PJI D Rohul.

Bersama rekan-rekan media yang ada di PJI D Rohul akan tetap investigasi kelapangan dan kawal penyelidikan terhadap dugaan hak para Tenaga Kesehatan (Nakes) penanganan Covid 19 di Kabupaten Rokan Hulu yang sedang rampas, dan PJID juga akan surati Dinas Kesehatan Rokan Hulu, langkah upaya kita ikut perjuangkan hak-hak Nakes yang di rampas tidak ada kejelasannya, meminta agar di usut tuntas masalah Nakes sampai ke akar-akarnya. (Team PJID/Re)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top