Breaking News
Tiga Tiket Terakhir Diperebutkan, Pekan Terakhir Babak Zona DCL 2026 Dimulai | UPT SDN 08 Pulau Punjung Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Inovasi "Sabtu Ceria" | Pulau Punjung Dominasi Jambore PKK, Sabet Gelar Juara Umum Tingkat Dharmasraya | KKS Singkirkan Bonjol, Daftar 16 Besar DCL 2026 Akhirnya Lengkap | Kapolres Muara Enim Berikan Penghargaan Dua Personel Peraih Medali Emas dan Dua Medali Perak Karate Kapolda Cup Sumsel 2026 | Terima Audiensi Aliansi Nelayan, Bupati Karimun H. Ing Iskandarsyah Siap Teruskan Aspirasi Terkait Sedimentasi Pasir Laut |

Pemkab Rohul Komit Laksanakan 8 Area Fokus Koordinasi Pencegahan Korupsi Terintegrasi
Jumat 08 Oktober 2021, 15:34 WIB
Siagaonline.com, Rokan Hulu – Untuk mewujudkan Pemerintahan yang bersih dan transparan dalam Perencanaan dan Penganggaran, dimasa kepemimpinan Bupati Rohul H. Sukiman dan Wabup Rohul H. Indra Gunawan komitmen melaksanakan 8 fokus pencegahan Korupsi Terintegasi sesuai dengan arahan KPK RI.

Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Rokan Hulu dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pencegahan Korupsi Terintegrasi bersama Satgas Pencegahan Bidang Direktorat Koordinasi dan Supervisi KPK RI Wilayah I Riau dan OPD Rohul, di aula lantai III Kantor Bupati Rohul, Selasa (05/10/2021).

Giat yang di hadiri Sekda Rohul Abdul Haris, Kepala ATR/BPN Rohul Rosidi, Kadis PUPR Rohul Anton ST MM, Inspektur Inpspektorat Rohul Helfiskar, S.H.,M.H, Kepala BPKAD Rohul Suharman, Kepala Bapenda Rohul Elbizri, Bappeda Rohul M. Zaki dan OPD lainnya.

Wabup H. Indra Gunawan juga mengatakan kegiatan Monev Pencegahan Korupsi terintegrasi upaya sinergitas Pemkab dengan KPK dalam rangka pencegahan korupsi dilingkungan Pemkab Rohul. Untuk pencegahan ini, Pemkab melalui OPD-OPD di Rohul komitmen melaksanakan ada 8 Fokus Koordinasi Pencegahan Korupsi terintegrasi.

Diantaranya, Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Perizinan, Peningkatan Kapasitas APIP, Manajemen ASN, Optimalisasi Pajak Daerah, Manajemen Aset Daerah dan Tata Kelola Dana Desa.

“Kita harapkan melalui Monev Pencegahan Korupsi Terintegrasi ini sebagai pengalaman dan pembelajaran bagi kita terhadap pencegahan korupsi di Rohul. Kita harapkan kita bebas dari Korupsi dengan komitmen melaksanakan 8 area pencegahan Korupsi,” harap Wabup.

Terkait dengan fokus KPK dalam pengelolaan Aset Daerah, Wabup mengaku aset daerah untuk kedepannya dilakukan pendataan yang akurat.

“Jadi laporan kita kepada KPK ini betul-betul akurat. Mana kekurangan nanti akan kita tata dengan baik kedepannya bagaimana data ini akurat,” kata Wabup.

“Setiap tahun kita ada penambahan aset tetap kita laporkan. Ini juga harapan kita sebagai Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu untuk kedepan juga kepada OPD, komitmen dalam penataan aset daerah di Rohul,” harapnya

Ia mengaku kegiatan ini bukan kali pertama tapi sebagai tindaklanjut atas komitmen-komitmen dari tahun sebelumnya. Dengan harapan ada progres kemajuan dalam komitmen pencegahan Korupsi.

“Setidaknya ada 8 area menjadi pendampingan kita, baik dari tahap perencanaan atau penganggaran, buktinya harus ada sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam rangka perencanaan dan penganggaran,” paparnya.

Lanjut Arif, kunci utama di Perencanaan dan pengaggaran diharapnya tidak ada lagi kegiatan-kegiatan atau titipan siluman.


“Kita harapkan tiba-tiba tidak ada kegiatan tanpa perencanaan ditahun-tahun sebelumnya, baik melalui Musrenbang atau lainnya. Intinya semuanya harus ada transparansi anggaran. Kita ingin melihat transparansi dari pengelolaan keuangan daerah,” tegasnya.

Tambah Arif, kemudian dari pengadaan barang dan jasa, Pelayanan terpadu satu pintu/Perizinan, Peningkatan Kualitas APIP, Manajemen ASN, Optimalisasi Pajak Daerah. Karena dilihat dari Potensi di Rohul ini cukup banyak terkait PAD.

“Harapan kita bisa tergali semuanya potensi daerah agar bisa menghasilkan pendapatan daerah untuk kesejahteraan masyarakat,” harap Arif

Ia menambahkan, terkait Manajemen Aset Daerah salahsatunya legalisasi aset-aset tanah milik Pemda yang mana semuanya harus disertifikatkan. Akhir 2024 semua tanah milik Pemda sudah harus ada sertifikat.

“Yang bersertifikat belum sampai 20 Persen, harapanya 80 persen nanti bisa diselesaikan di 2023, 2024 harus terealisasi semuanya,” harapnya

Ia mengaku saat ini masih ada beberapa kendaraan dinas yang belum ada BPKB nya, karena kepemilikannya yang tidak diketahui harus dicarikan legalitasnya, jangan sampai nanti ada penyalahgunaan atas aset-aset kendaraan ini oleh orang-orang yang tidak berhak.

“Mungkin sudah tidak menjabat lagi dan sebagainya, semuanya harus ada aksi yang nyata, bagaimana aset-aset tersebut bisa di optimalkan, kalau memang sudah tidak bisa terpakai dan sebagainnya bisa diusulkan melalui lelang dan sebagainya,” tuturnya.(Kominfo Rohul/Re)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top