Breaking News
H. Zamzami: Paskibraka Bukan Sekadar Pengibar Bendera, Tetapi Teladan Generasi Muda | Kemen imipas RI resmi buka calon Taruna dan Taruni Poltekimipas | Buka Pawai Kemerdekaan RI ke-81, Ketua DPRD Apresiasi Seluruh Pihak Terkait | Wakil Ketua III H. Misno Dukung Paskibra Mandau Jelang HUT ke-81 RI | Herman Deru Sambut Kajati Sumsel Baru, Dorong Penguatan Penegakan Hukum Humanis di Bumi Sriwijaya | Gubernur Herman Deru Pastikan Tol Palembang-Betung Difungsionalkan Saat Nataru 2026 |

Diduga Oknum Aparat Desa Sugie Lakukan Pungli Prona
Selasa 26 Oktober 2021, 23:42 WIB
Siagaonline.com, Karimun - Johan alias Jupri Warga Desa Sugie kembali melapor Mantan Kades Sugie, Mawasi, Ke Polisi. Hal itu dilakukakannya, karena Oknum Kades diduga meminta sejumlah uang dari warga yang ingin membuat sertifikat Prona.

"Hari ini Kita mengantar surat laporan pengaduan Kepolda kepri terkait Oknum Kades diduga meminta uang kewarga yang ingin membuat sertifikat prona, pada tahun 2019 lalu," terang Johan Kepada wartawan Siagaonline.com. Selasa (26/10/2021)

Dikatakan Johan, Padahal Pembagian Sertifikat tanah gratis melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Atau (PTSL) merupakan Program Presiden RI Joko Widodo.

Sejak awal dicanangkan program sertifikat program nasional agraria (PRONA) di Bawah Badan Pertanahan Nasional (BPN) ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Masyarakat bisa mendapatkan sertifikat tanah mereka dengan mengurus sejumlah dokumen melalui kantor Kelurahan Atau Desa setempat.

"Namun sayangnya program gratis untuk masyarakat kurang mampu justru diciderai dengan ulah oknum dari aparat Desa Sugie, Kecamatan Moro Kabupaten Karimun," ucapnya.

Masih kata Johan, sebelumnya ia mendapatkan informasi tersebut dari salah satu warga RT 04 RW 02 Desa sugie yang dipungut biaya Rp 100.000 untuk pengambilan sertifikat prona.

Johan menambahkan bahwa ada ratusan warga lainnya yang juga dipungut biaya Rp 100.000. Oleh Kepala Desa Sugie melalui Ketua RT pada tanggal (13/09/2019).

Padahal warganya mengetahui program tersebut gratis namun karena hanya rakyat kecil sehingga tak mampu berbuat apa-apa dan terpaksa mengikuti keinginan dari oknum Desa Sugie tersebut, tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sugie saat dihubungi Awak media, lewat selularnya, mengatakan tidak bisa menjawab atau klarifikasi melalui itu Handpone karena sinyal di Desa Sugie kurang bagus.

"Saya belum bisa menjawab pak, sinyal disini kurang bagus, insya allah saya akan ke Karimun menemui bapak untuk hak jawab saya," ucap Mawasi. (Taufik)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top