Jaro Saiful Himbau Kepada KPM BPNT di Desa Ruguk Untuk Tidak Menjual Bansos
Senin 24 Januari 2022, 19:27 WIB
SiagaOnline.com, Lamsel – Kepala Desa (Jaro) Ruguk, Saiful, SE, menghimbau kepada KPM BPNT agar tidak melanggar aturan pemerintah, yaitu menjual hasil Bansos BPNT yang diambil dari E-Waroeng atau Elektronik Warung Gotong Royong, dengan alasan karena dapat banyak, akibat cairnya selama 4-7 bulan sekaligus. Hal itu tidak dibenarkan. Lebih baik berbagi dengan tetangga," kata Jaro Saiful, SE, saat menghadiri aksi sosial santunan anak yatim dan Tasyakuran E-Warong Maju Terus yang ke-2. Kegiatan dilaksanakan di ruangan E-Warong Terus Jaya di Dusun Tasik, Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (24/01/2022).
"Jika ketauan ada KPM BPNT yang menjual hasil penarikan Bansos, maka kita secara tegas akan kita putus. Sehingga KPM tersebut kedepannya tidak lagi mendapatkan Bansos BPNT. Apapun alasannya, aturan pemerintah memang tidak boleh dijual. Lebih baik berbagi dengan tetangga atau saudara kita yang memang kondisinya ekonominya susah," tegas Jaro Saiful.
“Lebih lanjut, Jaro Saiful, SE, sangat mengapresiasi kinerja E-Warong Maju Terus dibawah kepengurusan Ibu Dawami Novianti. Tentu kegiatan ini sangat bermamfaat, khususnya di Dusun Tasik. Dan kita dukung. Karena ini perkumpulan yang mendapatkan bantuan BPNT dan PKH, khusus yang ada di Dusun Tasik sebanyak 99 KPM. Artinya dengan adanya program ini, maksud dan tujuan E-Warong tersebut menanamkan sifat untuk berbagi terhadap sesama," lanjut Jaro Saiful.
Sambung Jaro Saiful, penyisihan setiap penarikan memang tidak ditentukan nominalnya, tetapi ke ikhlasan dan kesadaran setiap KPM. Dan hasilnya yang dihimpun oleh pengurus E-Warong Maju Terus dikumpulkan selama setahun untuk disalurkan ke anak yatim di disini. Dan kedepan agar E-Warong Maju Terus lebih giat lagi menggerakkan masyarakat untuk berbagi.
Ia menambahkan, kepada Ibu-ibu KPM, agar anaknya diarahkan gemar membaca. Karena Bunda Paud bekerjasama dengan Pemdes Ruguk, akan membuat tempat Literasi Membaca bagi anak-anak usia 6-14 tahun. Selaku Kades (Jaro) dan Ibu Kades, bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi SDM anak-anak di Desa Ruguk menjadi prioritas utama juga.
"Mohon dukungannya, semoga program dari Bunda Paud Desa Ruguk untuk membuat Literasi Membaca, segera terwujud. Agar anak-anak kita gemar membaca. Sehingga generasi penerus kita adalah generasi yang unggul dan berpengetahuan luas. Dan tidak ada lagi anak yang tidak bisa baca tulis. Karena membaca buku itu adalah jendela dunia," pungkasnya. (Alfian)
"Jika ketauan ada KPM BPNT yang menjual hasil penarikan Bansos, maka kita secara tegas akan kita putus. Sehingga KPM tersebut kedepannya tidak lagi mendapatkan Bansos BPNT. Apapun alasannya, aturan pemerintah memang tidak boleh dijual. Lebih baik berbagi dengan tetangga atau saudara kita yang memang kondisinya ekonominya susah," tegas Jaro Saiful.
“Lebih lanjut, Jaro Saiful, SE, sangat mengapresiasi kinerja E-Warong Maju Terus dibawah kepengurusan Ibu Dawami Novianti. Tentu kegiatan ini sangat bermamfaat, khususnya di Dusun Tasik. Dan kita dukung. Karena ini perkumpulan yang mendapatkan bantuan BPNT dan PKH, khusus yang ada di Dusun Tasik sebanyak 99 KPM. Artinya dengan adanya program ini, maksud dan tujuan E-Warong tersebut menanamkan sifat untuk berbagi terhadap sesama," lanjut Jaro Saiful.
Sambung Jaro Saiful, penyisihan setiap penarikan memang tidak ditentukan nominalnya, tetapi ke ikhlasan dan kesadaran setiap KPM. Dan hasilnya yang dihimpun oleh pengurus E-Warong Maju Terus dikumpulkan selama setahun untuk disalurkan ke anak yatim di disini. Dan kedepan agar E-Warong Maju Terus lebih giat lagi menggerakkan masyarakat untuk berbagi.
Ia menambahkan, kepada Ibu-ibu KPM, agar anaknya diarahkan gemar membaca. Karena Bunda Paud bekerjasama dengan Pemdes Ruguk, akan membuat tempat Literasi Membaca bagi anak-anak usia 6-14 tahun. Selaku Kades (Jaro) dan Ibu Kades, bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi SDM anak-anak di Desa Ruguk menjadi prioritas utama juga.
"Mohon dukungannya, semoga program dari Bunda Paud Desa Ruguk untuk membuat Literasi Membaca, segera terwujud. Agar anak-anak kita gemar membaca. Sehingga generasi penerus kita adalah generasi yang unggul dan berpengetahuan luas. Dan tidak ada lagi anak yang tidak bisa baca tulis. Karena membaca buku itu adalah jendela dunia," pungkasnya. (Alfian)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Senin 27 Juli 2026, 06:07 WIB
.
Senin 27 Juli 2026, 06:06 WIB
.
Senin 27 Juli 2026, 06:04 WIB
.
Loading...
| Berita Terkini | Indeks |