Breaking News
Tiga Tiket Terakhir Diperebutkan, Pekan Terakhir Babak Zona DCL 2026 Dimulai | UPT SDN 08 Pulau Punjung Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Inovasi "Sabtu Ceria" | Pulau Punjung Dominasi Jambore PKK, Sabet Gelar Juara Umum Tingkat Dharmasraya | KKS Singkirkan Bonjol, Daftar 16 Besar DCL 2026 Akhirnya Lengkap | Kapolres Muara Enim Berikan Penghargaan Dua Personel Peraih Medali Emas dan Dua Medali Perak Karate Kapolda Cup Sumsel 2026 | Terima Audiensi Aliansi Nelayan, Bupati Karimun H. Ing Iskandarsyah Siap Teruskan Aspirasi Terkait Sedimentasi Pasir Laut |

Gelontorkan Anggaran Pembangunan Rp 26 Miliar Pada Kecamatan Ketapang
Jumat 18 Februari 2022, 12:06 WIB
SiagaOnline.com,  Lamsel – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kucurkan anggaran pembangunan sebesar Rp 26.217.007.438 untuk Kecamatan Ketapang.

Anggaran itu terdiri dari anggaran operasional Kecamatan Ketapang sebesar Rp.1.998.540.000 dengan total Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 24.218.467.438

Hal itu terungkap dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kecamatan Ketapang, yang digelar di desa Wai Sidomukti, pada Jum’at (18/2/2022).

Camat Ketapang Madro’i mengungkapkan, terdapat 7 potensi wisata yang terdapat di wilayahnya. Dari jumlah keseluruhan tersebut, terdapat 5 wisata yang telah di kelola dan 2 wisata belum terkelola secara baik.

Dirinya menyebut, berbagai potensi wisata itu yakni, Pantai Pedada di Desa Sumur, Pantai Puri Dewata atau Onaria di Desa Tri Dharmayoga, Pantai Agro di Desa Legundi, Bambu Kuning di Desa Ketapang, Pantai Batu Putih Bahari di desa Ketapang, Hutan Mangrove di Desa Pematang Pasir, Hutan Mangrove di Desa Sumbernadi.

“Potensi yang ada di Kecamatan Ketapang, khususnya di bidang pariwisata. Ada 7 pariwisata, 5 yang sudah di kelola dan 2 yang belum. Untuk hutan mangrove di Desa Pematang Pasir jalan masuknya kurang bagus dan untuk wisata mangrove di Sumbernadi, alhamdulillah mangrovenya sangat bagus pak, ada 60 hektar. Dengan jumlah rumpun 600,” jelasnya.

Sementara, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto kembali mengingatkan kepada Jajaran Pemerintahan Desa, agar terus melakukan pemetaan potensi yang dimiliki oleh wilayah masing-masing.

Dirinya mengungkapkan, untuk meningkatkan potensi tersebut diperlukan keselarasan gagasan serta ide dari seluruh stakeholder terkait. Hal itu dapat dilaksanakan dengan adanya koordinasi antara pemerintahan tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.

“Pak Kades pun harus memperhatikan situasi dan kondisi desa masing-masing, pak Kades harus bisa ada pemetaan. Tadi ada 7 desa yang memiliki potensi wisata, 5 yang sudah dilaksanakan. Harapan saya pak Kades koordinasikan bilamana ingin mengembangkan pariwisata, koordinasikan dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten,” ujar Nanang.

Nanang mengungkapkan, pemerintah Kabupaten juga telah membentuk dewan Kesenian Lampung Selatan (DKLS) dan Forum Penggiat Pesona Wisata Lampung Selatan (P2WLS), untuk menyokong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan pada sektor UMKM dan pariwisata.

“Di Kabupaten telah terbentuk DKLS dan P2WLS yang diketuai oleh Bunda Winarni. Jadi saya harapkan ada suatu koordinasi supaya sinkron, antara Pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten. Supaya kita bisa mengembangkan, apalagi sekarang Bakauheni Harbour City telah dibangun, ini harus kita manfaatkan,” tutur Nanang. (Yn/Kmf)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top