Anggaran Fantastis 12 M di Diskomimfo Kepri, Untuk beban Paket Sosialisasi Patut Dipertanyakan?
Sabtu 09 April 2022, 18:55 WIB
SiagaOnline.com, Tanjungpinang - Penganggaran beberapa Item kegiatan berjudul paket beban Sosialisasi Rp 12 Milyar di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) patut dicurigai dan dipertanyakan?.
Mata Anggaran tersebut terbilang Fantastis besar, diserap melalui dana APBD Provinsi Kepri pada tahun anggaran 2022. Seperti apa jenis dan maksud serta tujuannya, apakah hal tersebut mempunyai azas manfaat bagi masyarakat?.
Kabar yang mencuat dimuka Publik, bahwa program yang dibuat oleh Diskomimfo Kepri tersebut diduga tidak jelas peruntukannya, terkesan hamburkan uang rakyat, yang mana masyarakat pada saat ini sedang kesulitan ekonomi.
Berdasarkan sumber berita, anggaran sebesar Rp 12 Milyar untuk paket beban Sosialisasi Diskomimfo Kepri, belum jelas arah tujuannya. Seperti apa mekanisme peruntukanya. Apakah kegiatan tersebut mempunyai Azas manfaat terhadap kepentingan masyarakat atau ada hal yang lain beraroma busuk, kata sumber.
Sekjen LSM Jaringan anti Rasuah Oky, dalam hal ini mengatakan ,"kita tidak tahu apa maksud dari tujuan giat beban sosialisasi yang telah dicanangkan dan dianggarkan pada tahun 2022 ini, oleh Diskominfo Kepri, dengan menelan anggaran Rp 12 Milyar bersumber dari APBD Kepri," ungkap Oky.
Kita tidak tahu, apa yang di buat dari kegiatan tersebut.
Kalau berkenaan Bagi-bagi sembako menurut saya tidak pas lah, ujar Oky.
Menurut Oky, nilai urgensi nya tak ada,
kalau kegiatan vaksinasi, itu urusan dinas kesehatan, tandasnya.
Mantan camat Bintan Timur ,Hasan, yang baru menjabat Kadis Kominfo Kepri dimasa pemerintahan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, saat dimintai tanggapannya terkait persoalan tersebut belum bisa menjawabnya.(Tim)
Mata Anggaran tersebut terbilang Fantastis besar, diserap melalui dana APBD Provinsi Kepri pada tahun anggaran 2022. Seperti apa jenis dan maksud serta tujuannya, apakah hal tersebut mempunyai azas manfaat bagi masyarakat?.
Kabar yang mencuat dimuka Publik, bahwa program yang dibuat oleh Diskomimfo Kepri tersebut diduga tidak jelas peruntukannya, terkesan hamburkan uang rakyat, yang mana masyarakat pada saat ini sedang kesulitan ekonomi.
Berdasarkan sumber berita, anggaran sebesar Rp 12 Milyar untuk paket beban Sosialisasi Diskomimfo Kepri, belum jelas arah tujuannya. Seperti apa mekanisme peruntukanya. Apakah kegiatan tersebut mempunyai Azas manfaat terhadap kepentingan masyarakat atau ada hal yang lain beraroma busuk, kata sumber.
Sekjen LSM Jaringan anti Rasuah Oky, dalam hal ini mengatakan ,"kita tidak tahu apa maksud dari tujuan giat beban sosialisasi yang telah dicanangkan dan dianggarkan pada tahun 2022 ini, oleh Diskominfo Kepri, dengan menelan anggaran Rp 12 Milyar bersumber dari APBD Kepri," ungkap Oky.
Kita tidak tahu, apa yang di buat dari kegiatan tersebut.
Kalau berkenaan Bagi-bagi sembako menurut saya tidak pas lah, ujar Oky.
Menurut Oky, nilai urgensi nya tak ada,
kalau kegiatan vaksinasi, itu urusan dinas kesehatan, tandasnya.
Mantan camat Bintan Timur ,Hasan, yang baru menjabat Kadis Kominfo Kepri dimasa pemerintahan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, saat dimintai tanggapannya terkait persoalan tersebut belum bisa menjawabnya.(Tim)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Minggu 26 Juli 2026, 11:22 WIB
.
Minggu 26 Juli 2026, 09:10 WIB
.
Sabtu 25 Juli 2026, 22:26 WIB
.
Loading...
| Berita Terkini | Indeks |