Breaking News
Plt Bupati Muklisin Ajak Masyarakat Ramaikan Kuansing Bershalawat Bersama Haddad Alwi, Pembuka Festival Pacu Jalur Nasional 2026 | Pelaku Pengedar Sabu Di Desa Saka Jaya Berhasil Di Gerbak Satresnarkoba Polres Muara Enim  | Cegah Aktivitas Judi Kembali Muncul, Polsek Singingi Ratakan Arena Diduga Sabung Ayam | Asisten II Napisman Tekankan Kesiapan Seluruh Seksi Demi Suksesnya Festival Pacu Jalur Nasional 2026 | Ketua BKOW Sumsel Lidyawati Cik Ujang Tegaskan Anak Harus Tumbuh Tanpa Rasa Takut dari Perundungan | Komisi B DPRD Rohil Agendakan RDP Terkait Plasma PT  Jatim Jaya Perkasa |

Inspiratif Usaha Sekdes Sukatani Tanam Semangka dan Cabe Tingkatkan Ekonomi Keluarga
Minggu 17 April 2022, 15:41 WIB
SiagaOnline.com, Lamsel - Meski terbilang baru terjun di dunia pertanian, tidak membuat Sekretaris Desa (Sekdes) Sukatani, Adi Dwi Triyono meninggalkan pekerjaan utamanya, yakni mengabdi sebagai aparatur desa. mas Adi, panggilan akrabnya merintis usaha budi daya semangka dan cabai dan timun suri sekitar tiga tahun yang lalu.
 
Mengelola lahan pertanian seluas 1,5 hektare, dengan budidaya holtikultura saat ini, bisa menopang perekonomian keluarganya. Pasalnya, kalau mengandalkan insentif dari pengabdian di desa, tentu akan membuat perekonomian keluarga megap-megap. Karena tiga bulan sekali baru terima insentif. Dengan bertani, hasil panennya dari 3 jenis yang ditanam, kelelahan dan cucuran keringat terbayar.  
 
“Alhamdulillah, kita panen pas di bulan ramdhan, berkahnya kita dapatkan. Karena hasil pertanian kita yakni, Semangka, Cabai dan timun suri bagus. Sehingga begitu kita panen langsung diborong oleh para bakul dan pengecer dari luar kecamatan. Sehingga kelelahan dan cucuran keringat terbayar," ujar Adi Dwi Triyono kepada SiagaOnline.com di kediamannya di Jl. Ki Suntara, 002/001 Desa Sukatani, Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (17/04/2022).
 
Menurutnya, budidaya semangka untuk modal lebih ringan dibanding menanam cabai dan tomat. Karena tidak perlu pakai lanjar karena menjalar. Lalu mengolah lahan juga tidak terlalu sulit, apalagi membuat bedeng untuk tanamannya. Dari lahan seluas 1/2 hektar budidaya semangka bisa menghasilkan 4 ton buah semangka manis.
 
"Tujuan bertani adalah untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan amal ibadah seperti setiap panen, semua warga lingkungan akan kita bagi, untuk merasakan nikmatnya buah hasil budidaya holtikultura kita tanam," paparnya.
 
Lanjut Sekdes Adi menuturkan, lahan yang digarap 1,5 hektar adalah sewa selama satu tahun. Kuncinya kalau bertani harus senang dulu serta sabar. Sehingga pekerjaan yang berpeluh keringat dan berpanas-panasan, tak jadi persoalan. Malah menambah semangat agar hasil bagus dan bisa menjadi inspiratif buat kaum milenial.
 
"Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) memang dibutuhkan di era zaman serba modern saat ini. Jika keduanya dimiliki oleh para pemuda, maka petani di seluruh pelosok akan maju dan sejahtera. Sehingga tak perlu lagi merantau ke kota (urbanisasi)," terangnya.
 
Budidaya Semangka punya potensi besar. Di usia 55 hari bisa panen. Dan harganya stabil, yakni untuk jenis non biji Rp. 6000 per kg. Sedangkan untuk semangka biji Rp. 5000 per kg. Sehingga bisa buat sumber penghasilan selain kita bekerja di desa. Sementara kalau harga cabai fluktuatif, namun jelang hari raya Idul Fitri ini, kita berharap harga cabai akan meningkat.
 
 â€œSebagai petani yang sangat baru, mimpi saya bisa menularkan kepada generasi muda, agar senang bertani dengan semangat dan tekad kuat, saya rasa petani muda wajib mengembangkan kualitas dan cara bertani sehingga taraf kesejahteraan petani akan meningkat,” pungkasnya. (Alfian/Mu'min)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda


Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top