Breaking News
Herman Deru Pimpin Deklarasi Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat, Tegaskan Akhiri Illegal Drilling di Sumsel | Gubernur Herman Deru Tekankan Aparatur Responsif, Penguatan SDM Digital, dan Pembinaan Karakter pada HUT ke-116 Kabupaten OKU | Tongkat Kepemimpinan Polres Pekalongan Kota Resmi Berganti, AKBP Dies Ferra Ningtias Gantikan AKBP Riki Yariandi  | Sekda Sumsel Edward Candra Dorong Pemerintah Kabupaten/Kota Optimalisasi Pemerintah Digital | Pemkab Kuansing-Polres Satukan Langkah Sukseskan Festival Pacu Jalur 2026 yang Aman dan Kondusif | Festival Pacu Jalur 2026 Makin Siap, Pemkab Kuansing Pastikan Layanan Telekomunikasi Andal. |

Bupati Nanang Tampung Aspirasi Nelayan Terkait Pembangunan Tambatan Perahu di TPI Desa Way Muli Timu
Senin 25 Juli 2022, 01:49 WIB
SiagaOnline.com,  Lamsel – Menindaklanjuti laporan masyarakat nelayan Desa Way Muli Timur terkait permintaan pembuatan kolam pelabuhan atau tambatan perahu di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) setempat, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto tinjau langsung ke lokasi, Minggu ( 24/7/2022).

Pasalnya, masyarakat nelayan Desa Way Muli Timur terkesan geram kepada salah satu perusahaan proyek pembangunan breakwater (pemecah ombak) yang tidak mengindahkan tuntutan mereka menyangkut pembuatan tambatan perahu yang sudah pernah disampaikan sebelum aktivitas proyek dilakukan hingga kini berjalan.

Para nelayan mengeluhkan pembangunan breakwater membuat aktivitas TPI terasa terganggu karena mengakibatkan perahu nelayan tidak bisa melakukan bongkar muat kapal dan berlabuh didekat TPI akibat ombak yang besar.

Pada kesempatan itu, para nelayan menyampaikan aspirasi dan permohonan kepada pemerintah daerah khususnya Bupati Lampung Selatan akan keluhan mereka untuk dibuatkan kolam pelabuhan atau tambatan perahu yang sering mereka sebut kantong perahu.

“Kita para nelayan pengen dibuatin kantong perahu aja pak yang penting ada penahan gelombang, biar ada tempat tambat perahu nelayan, kalau seperti ini ombaknya besar perahu bisa rusak bisa sampe tengelam pak,” keluh Habudin salah satu nelayan Desa Way Muli Timur.

Menyikapi hal tersebut Bupati Nanang mengatakan akan menindaklanjuti aspirasi para nelayan sesuai dengan langkah dan prosedur yang ada.

“Hari ini kami menampung aspirasi nelayan, bahwa disini ada TPI mohon ada laporan atau proposal semacamnya karena ini wewenang pusat, untuk bisa kami sampaikan ke instansi yang menangani mungkin ke Kementerian Perikanan Kelautan atau PU pusat,” terang Nanang.

Lebih lanjut, Nanang mengatakan akan mengupayakan secepatnya untuk membantu nelayan sehingga aktivitas TPI dapat kembali normal seperti semula dengan adanya kolam pelabuhan.

“Kita upayakan secepatnya mungkin ke PU pusat atau Balai pusat untuk dapat dibuatkan tambatan perahu, sehingga kapal-kapal nelayan ini tidak terganggu dan tidak dihantam ombak, nah ini kan perlu kita pikirkan juga,” tambahnya.

Nanang berpesan, kepada para nelayan agar tidak mengganggu aktivitas pekerja atau jalannya pembangunan nasional yang merupakan program pemerintah pusat tersebut demi kepentingan bersama.

“Terkahir pesan saya, kita jangan menggangu aktivitas pembangunan nasional ini, apalagi ini untuk pembangunan anak cucu kita nanti,” pesan Nanang.

Disela-sela perjalanan menuju lokasi, Nanang juga turut meninjau lokasi lain proyek pembangunan yang ada di sejumlah titik sepanjang jalan pesisir Rajabasa serta tak lupa dirinya menanyakan ke penanggung jawab proyek atau masyarakat sekitar.

Ia mengingatkan agar para pekerja senantiasa membersihkan sisa-sisa tanah proyek yang ada dijalan agar tidak berdebu dan licin serta dapat membahayakan pengendara. (Yn/Kmf)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda


Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top