Breaking News
Minta Bantuan Lewat 110, Perempuan Ini Diantar Polisi Hingga Rumah Kontrakan | Pemdes Taman Sari Realisasikan Pembangunan Jalan Cor Beton Anggaran Dana Desa Tahap 2 Tahun 2026 | Pekanbaru Jadi Rujukan Pemeritah Kota Solok Terapkan Manajemen Talenta | Peringati HAN ke-42, Pj. Sekda Karimun Gaungkan Kampanye BERLIAN Dan Tegaskan Komitmen Kabupaten Layak Anak | Tiga Tiket Terakhir Diperebutkan, Pekan Terakhir Babak Zona DCL 2026 Dimulai | UPT SDN 08 Pulau Punjung Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Inovasi "Sabtu Ceria" |

Pemkot Melalui Dinas Kesehatan Berkerja Dengan Universitas Fort de Kock Pencegahan Stunting
Rabu 03 Agustus 2022, 08:10 WIB
Siagaonline.com, Bukittinggi -- Upayakan pencegahan stunting di Bukittinggi dilakukan dengan pemberian vitamin A kepada anak usia dini 136 posyandu - posyandu yang berada di setiap kelurahan Bukittingi, Selasa(02/08/22).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Linda Faroza, menjelaskan, Kota Bukittinggi memiliki 136 Posyandu yang tersebar di 24 kelurahan di Kota Bukittinggi dengan jumlah kader lebih kurang 680 orang.

"Keberhasilan pengelolaan Posyandu memerlukan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, baik dukungan moril, materil, maupun finansial. Semua komitmen untuk mensukseskan program pemerintah dalam rangka mengantisipasi permasalahan stunting di Bukittinggi,"jelasnya.

Ucapan terimakasih Melalui bantuan dari 400 Mahasiswa Universitas Fort de Kock. Untuk itu kami menyambut baik dan terimakasih sebesar –sebesarnya dengan adanya dukungan dari Universitas Fort de Kock yang mengerahkan mahasiswa yang sudah di bekali dengan ilmu dan keterampilan untuk pemantauan Tumbuh kembanga balita di posyandu mendukung bulan penimbangan masal dan vitamin A serta mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional di Kota Bukittinggi,” ungkapnya.

Rektor Universitas Fort de Kock, Evi Hasnita, menyampaikan apresiasi kepada Pemko Bukittinggi yang konsen dalam pencegahan stunting. Untuk upaya pencegahan dan penangganan ini, tentu dimulai dari awal, dengan memastikan terlebih dahulu data terkait jumlah kasus yang ada di Kota Bukittinggi.

“Alhamdulillah mulai kemarin, sebanyak 408 orang mahasiswa, yang merupakan perwakilan mahasiswa dari beberapa program studi Kesehatan dan 50 orang dosen yang terlatih, telah diturunkan ke 3 kecamatan di Kota Bukittinggi.

Untuk mendapatkan data dasar tentang kejadian stunting dengan melakukan penimbangan dan pengukuran Tinggi badan Balita dari rumah ke rumah, sekaligus memberikan vitamin A dan mensosialisasikan program BIAN ke masyarakat.

"Kami yakin data yang didapatkan nantinya merupakan data yang valid yang dapat dijadikan data dasar untuk bergerak dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan stunting di Bukittinggi. Terima kasih atas kepercayaan Pemko Bukittinggi pada Universitas Fort de Kock,” ungkapnya.

Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Fiona Erman Safar, menjelaskan, pembangunan kesehatan menjadi investasi utama untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Bangsa yang unggul tentunya tidak lepas dari berkualitasnya SDM yang ada. Status gizi dan kesehatan termasuk indikator SDM Unggul disuatu Negara. Oleh karena itu sangat penting sekali pemenuhan gizi untuk menciptakan generasi yang sehat di masa depan.

"Saat ini masalah kekurangan gizi di Indonesia masih cukup tinggi baik masalah gizi kurang (underweight), pendek (stunting) maupun kurus (wasting). Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi di dalam kandungan hingga usia dua tahun atau pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)," jelasnya

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 ditargetkan penurunan prevalensi stunting setinggi tingginya adalah 14% pada tahun 2024.

"Kota Bukittinggi ditahun 2022 dijadikan Lokus stunting dengan angka stunting kota Bukittinggi 19 % berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI). Salah satu strategi untuk menurunkan prevalensi balita pendek atau stunting adalah melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita di posyandu," ucapnya

untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan formal. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan diarahkan untuk meningkatkan status kesehatan, gizi, kognitif, mental dan psikososial anak.

"Semoga Allah senatiasa memberkati dan melindungi upaya kita dalam mewujudan Bukittinggi Hebat yang sehat dan sejahtera,”ujar Fiona.

(Nia)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top