Breaking News
Ketua BPD Pertanyakan Prosedur Perpanjangan Masa Jabatan, Dokumen Usulan Desa Hilisao'oto Jadi Sorotan Publik | Mas Aaf Perkuat Komitmen Pemkot Pekalongan Cegah Maladministrasi Pelayanan Publik | Herman Deru Pimpin Deklarasi Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat, Tegaskan Akhiri Illegal Drilling di Sumsel | Gubernur Herman Deru Tekankan Aparatur Responsif, Penguatan SDM Digital, dan Pembinaan Karakter pada HUT ke-116 Kabupaten OKU | Tongkat Kepemimpinan Polres Pekalongan Kota Resmi Berganti, AKBP Dies Ferra Ningtias Gantikan AKBP Riki Yariandi  | Sekda Sumsel Edward Candra Dorong Pemerintah Kabupaten/Kota Optimalisasi Pemerintah Digital |

Peringati Bulan Asyura Warga Desa Kelaten Menggelar Sedekah Dan Doa Tolak Bala
Jumat 12 Agustus 2022, 05:55 WIB
SiagaOnline.com, Lamsel - Warga Dusun Karang Mekar dan Karang Anyar, Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan menggelar acara tradisi sedekah dan doa tolak bala, dalam rangka memperingati bulan Asyura atau Muharram 1444 Hijriyah yang dipusatkan di perempatan Jl. Poros Dusun Karang Mekar, pada malam Jumat kliwon (11/08/2022).
 
Acara tradisi sedekah tolak bala tersebut diikuti oleh Kepala Desa Kelaten Abah Toto beserta Jajaran, Mantan Kades Kelaten Joniansyah, Kadus Karang Mekar Prayitno, Kadus Karang Anyar Suyanto, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan seluruh warga Dusun Karang Mekar dan Karang Anyar.

Makna dari sedekah dan doa tolak bala di bulan Asyura yang dalam kalender jawa bulan syuro ini adalah memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT agar senantiasa dijauhkan dari segala marabahaya serta ditunjukkan jalan yang lurus dan merupakan kearifan lokal dan tradisi turun temurun masyarakat jawa yang ada di Desa Kelaten setiap bulan Asyura.  
 
Kegiatan ini dilakukan dengan membaca surat yasin di Masjid setempat, setelah bada Isya mendengarkan petuah dari Kepala Desa Kelaten, Abah Toto yang menggunakan bahasa jawa. kemudian dilanjutkan dengan doa Tolak Bala dan makan bersama dari sedekah yang dikumpulkan secara swadaya. Dan rangkaian akhir acara ditutup dengan menonton pertunjukan wayang kulit semalam suntuk melalui layar proyektor mini ukuran 3 meter kali 4 meter.

"Tradisi sedekah dan doa di bulan Asyura ini dilakukan secara rutin dan turun temurun untuk menolak bala, supaya masyarakat terhindar dari wabah penyakit dan bencana alam. Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini dilaksanakan di perempatan jalan adalah sesuai filosofi orang jawa," ujarnya.  
 
Lanjut, Abah Toto seandainya ada bala datang dari sebelah utara maka akan kembali ke asalnya, yakni ke utara. Begitu juga bala yang datang dari selatan, barat dan timur maka akan kembali ke asalnya. Itu filosofi orang Jawa.
 
"Mudah-mudahan sedekah ini bisa menolak bala dan memperpanjang umur sesuai sabda Rosulullah maupun hadis nabi, bahwa sedekah itu bisa memperpanjang umur. Itu intinya," terangnya.

Masih dikatakan Abah Toto, manfaat lainnya adalah mempererat hubungan silaturahmi antar warga, dan terjaganya  kerukunan serta persatuan dengan makan bersama setelah doa. Tampa membedakan asal usul dan keyakinan. Dan ia berharap tahun kedepan akan lebih meriah lagi. Karena kegiatan ini adalah tradisi Jawa yang baik, dan digandengkan dengan agama. Dan itu tidak bertentangan," pungkasnya.  (Alfian)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda


Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top