Breaking News
Usai Lantik Pj Sekda, Plt Bupati Tegaskan Kesiapan Pacu Jalur Nasional 2026 | Matangkan Persiapan, Sekda Bintan Buka Sosilisasi Pelaksanaan Pilkades 2026 | Semangat Kemerdekaan Menyatu Dengan Pacu Jalur, Plt Bupati Keluarkan Edaran Untuk Seluruh Masyarakat Kuansing | Ketua BPD Pertanyakan Prosedur Perpanjangan Masa Jabatan, Dokumen Usulan Desa Hilisao'oto Jadi Sorotan Publik | Mas Aaf Perkuat Komitmen Pemkot Pekalongan Cegah Maladministrasi Pelayanan Publik | Herman Deru Pimpin Deklarasi Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat, Tegaskan Akhiri Illegal Drilling di Sumsel |

Pengajian Akbar Dan Wayang Kulit Meriahkan Peringatan Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah
Minggu 14 Agustus 2022, 20:15 WIB
SiagaOnline.com, Lamsel - Pemerintah Desa Sukapura Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan menggelar pengajian akbar dan pertunjukan wayang kulit dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam atau bulan Muharram 1444 Hijriah dan sekaligus memperingati bulan Suro. Dengan tema " Bersama Menjalin Harmoni Dalam Keberagaman Dengan Ukhuwah Islamiyah Dan Bhineka Tunggal Ika " dengan mengundang penceramah Ustadz Supendi Sahid, S.Pd.I.

Acar rutin yang sempat fakum dua tahun karena pandemi Covid-19 kembali dihelat di area lapangan bekas gudang Bulog di Dusun Suka Mukti RT. 01 RW.03 Desa Sukapura, Minggu (14/08/2022) sore yang dihadiri oleh Kepala Desa Sukapura Giyanto beserta jajaran, Ketua Panitia Jatmiko beserta anggota, Sekcam Sragi Sumari, Ketua BPD Desa Sukapura Resmiyati, SE, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan seluruh masyarakat Desa Sukapura.

Panitia acara Jatmiko dalam laporannya menyampaikan pengajian akbar ini adalah rangkaian kegiatan peringatan bulan muharram 1444 Hijriyah atau dalam bahasa Jawanya bulan suro sekaligus peringatan HUT RI ke-77 dan diakhiri  pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang merupakan acara puncak dari aneka rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada momentum tahunan saat ini.
 
“Sebelumnya, rangkaian acara yang pertama dilaksanakan pada Minggu pagi (14/08/2022) dengan menggelar ruwatan atau doa tolak bala dan sore ini dilanjutkan dengan pengajian akbar. Dan nanti malam pertunjukan wayang kulit dari sanggar Mustika Buana dengan Dalangnya Ki Supardi Romo Putro yang berasal dari Ambarawa Pringsewu ,” jelas Jatmiko dalam laporannya.
 
Selanjutnya, kata dia, selaku panitia  mengundang semua masyarakat, baik secara tertulis maupun tidak tertulis, agar agar bisa menghadiri rangkaian puncak kegiatan ini, pukul 20.00 WIB, yakni pagelaran wayang kulit semalam suntuk," harapnya.
 
Sementara dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa (Kades) Sukapura, Giyanto dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas partisipasinya dalam mendukung, mendorong sehingga terlaksananya kegiatan. Tampa adanya kerjasama dengan seluruh elemen yang ada di Desa Sukapura, mungkin tak akan terselenggara dengan semegah ini.
 
“Mudah-mudahan dengan adanya acara ini, bisa menjadi acuan kedepan. Agar acara kedepannya lebih baik lagi, lebih kompak lagi. Karena tampa adanya kerjasama, maka kita tidak bisa membangun dalam segala bidang. Sebab di desa kita banyak perbedaan, tetapi perbedaan tersebut jangan dibuat untuk perpecahan. Karena perbedaan itu warna kehidupan sehingga hidup lebih berwarna dalam menjalin kerukunan dan persatuan," kata Kades Giyanto.

Masih dikatakan Kades Giyanto, bahwa dirinya menjabat Kepala desa baru seumur jagung (8 bulan). Artinya butuh bimbingan dan arahan dari tokoh-tokoh masyarakat, agar bisa menjalankan roda pemerintahan dalam membangun Desa Sukapura lebih baik dan maju serta masyarakatnya sejahtera.
 
"Alhamdulillah, rangkaian demi rangkaian acara memperingati tahun baru islam / Muharram 1444 Hijriyah atau dalam bahasa Jawa Suroan telah terlaksana, yakni tadi pagi menggelar ruwatan. Mudah-mudahan Desa Sukapura dijauhkan dari bala, bencana dan selalu dirahmati oleh Allah SWT. Serta diharapkan seluruh warga nanti malam, bisa hadir," sambungnya. 
 
Menurut Kades Giyanto menonton pertunjukan wayang adalah sebagai tauladan dalam perilaku sehari-hari. Supaya masyarakat bisa menerapkan sifat yang baik dan meninggalkan sifat yang buruk, agar hidupnya tentram dan selamat. Dan sebagai upaya pelestarian tradisi dan kearifan lokal," tutupnya.
 
Kegiatan dilanjutkan dengan mendengarkan tausyiah dari Ustadz Supendi Sahid, S.Pd.I dengan menerangkan amalan-amalan di bulan Muharram. Dari pantauan di lokasi, kegiatan sangat meriah dan megah. Di dukung dengan tenda yang panjang dan lebar, lalu ditambah lokasi yang luas dan parkiran yang luas juga. Sehingga masyarakat leluasa ketika menonton pertunjukan nanti malam. (Alfian)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top