Breaking News
PTBA Pertegas Komitmen Kelestarian Sungai Dalam Konferensi Sungai Indonesia 2026 | Turun Langsung ke Wilayah 3T, Wabup Karimun Bawa Solusi Nyata Untuk Pendidikan dan Konektivitas Warga | Minta Bantuan Lewat 110, Perempuan Ini Diantar Polisi Hingga Rumah Kontrakan | Pemdes Taman Sari Realisasikan Pembangunan Jalan Cor Beton Anggaran Dana Desa Tahap 2 Tahun 2026 | Pekanbaru Jadi Rujukan Pemeritah Kota Solok Terapkan Manajemen Talenta | Peringati HAN ke-42, Pj. Sekda Karimun Gaungkan Kampanye BERLIAN Dan Tegaskan Komitmen Kabupaten Layak Anak |

Warga Bukittinggi Resah Air Bersih PDAM Sering tidak Mengalir
Senin 15 Agustus 2022, 22:58 WIB
Siagaonline.com, Bukittinggi - Masyarakat saat ini  mengeluhkan pasokan Air Bersih dari PDAM kota Bukittinggi, berdasarkan konfirmasi salah seorang  Warga Birugo Bukittinggi Afrizal  saat di temui di samping rumahnya sedang mengisikan  Air bersih dari salah satu tengki yang berada di mobil L.300  yang sedang menyalurkan ke tangki rumahnya.

Direktur PDAM Tirta Jam Gadang Budi Suhendra yang mada jambatannya 2020-2025 mengatakan, sehubungan dengan penurunan debit air di Sumber Sungai Tanang (kondisi normal tinggi permukaan air di Bron Captering 60 cm, saat ini tinggi permukaan air 37 cm) dan dampak kegiatan normalisasi aliran Pipa 300 MM berdampak gangguan aliran air pada masyarakat.

Pada saat itu Afrizal panggilan Af ini mengeluhkan air dari PDAM belakangan ini tidak hidup, terhitung dari awal tahun 2022  sering tidak hidup dari pada hidup, suda lebih satu bulan Air dari PDAM Bukittinggi tidak mengalir.

"saat ini saya  membeli air bersih sekali tiga  hari dari jasa air bersih, jasa air bersih satu kali 100 ribu rupiah" ucapnya.

Afrizal, mengaku sempat mendapat pemberitahuan dari PDAM soal akan ada gangguan air bersih. Namun, pihak PDAM tidak ada mensosialisasikan kepada masyarakat sampai kapan ucapnya.

"Bukan hanya kebutuhan air sehari-hari yang terhambat, perekomomian juga terhambat, jangan nanti masyarakat berasumsi bahwa air PDAM ini di gunakan untuk usaha usaha besar seperti perhotelan, sehingga masyarakat yang merasakan dampaknya" ujar Afrizal

" Kita berharap ada kejelasan dari PDAM, karena hingga saat ini kami juga membayar beban kepada PDAM, sementara hak kami sering di abaikan oleh PDAM"  pungkasnya

Setelah di konfirmasi ke direktur PDAM Tirta Jam Gadang Budi Suhendra yang mada jambatannya 2020-2025 mengatakan, sehubungan dengan penurunan debit air di Sumber Sungai Tanang (kondisi normal tinggi permukaan air di Bron Captering 60 cm, saat ini tinggi permukaan air 37 cm) dan dampak kegiatan normalisasi aliran Pipa 300 MM berdampak gangguan aliran air pada masyarakat.

(Nia)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top