Warga Bukittinggi Resah Air Bersih PDAM Sering tidak Mengalir
Senin 15 Agustus 2022, 22:58 WIB
Siagaonline.com, Bukittinggi - Masyarakat saat ini mengeluhkan pasokan Air Bersih dari PDAM kota Bukittinggi, berdasarkan konfirmasi salah seorang Warga Birugo Bukittinggi Afrizal saat di temui di samping rumahnya sedang mengisikan Air bersih dari salah satu tengki yang berada di mobil L.300 yang sedang menyalurkan ke tangki rumahnya.
Direktur PDAM Tirta Jam Gadang Budi Suhendra yang mada jambatannya 2020-2025 mengatakan, sehubungan dengan penurunan debit air di Sumber Sungai Tanang (kondisi normal tinggi permukaan air di Bron Captering 60 cm, saat ini tinggi permukaan air 37 cm) dan dampak kegiatan normalisasi aliran Pipa 300 MM berdampak gangguan aliran air pada masyarakat.
Pada saat itu Afrizal panggilan Af ini mengeluhkan air dari PDAM belakangan ini tidak hidup, terhitung dari awal tahun 2022 sering tidak hidup dari pada hidup, suda lebih satu bulan Air dari PDAM Bukittinggi tidak mengalir.
"saat ini saya membeli air bersih sekali tiga hari dari jasa air bersih, jasa air bersih satu kali 100 ribu rupiah" ucapnya.
Afrizal, mengaku sempat mendapat pemberitahuan dari PDAM soal akan ada gangguan air bersih. Namun, pihak PDAM tidak ada mensosialisasikan kepada masyarakat sampai kapan ucapnya.
"Bukan hanya kebutuhan air sehari-hari yang terhambat, perekomomian juga terhambat, jangan nanti masyarakat berasumsi bahwa air PDAM ini di gunakan untuk usaha usaha besar seperti perhotelan, sehingga masyarakat yang merasakan dampaknya" ujar Afrizal
" Kita berharap ada kejelasan dari PDAM, karena hingga saat ini kami juga membayar beban kepada PDAM, sementara hak kami sering di abaikan oleh PDAM" pungkasnya
Setelah di konfirmasi ke direktur PDAM Tirta Jam Gadang Budi Suhendra yang mada jambatannya 2020-2025 mengatakan, sehubungan dengan penurunan debit air di Sumber Sungai Tanang (kondisi normal tinggi permukaan air di Bron Captering 60 cm, saat ini tinggi permukaan air 37 cm) dan dampak kegiatan normalisasi aliran Pipa 300 MM berdampak gangguan aliran air pada masyarakat.
(Nia)
Direktur PDAM Tirta Jam Gadang Budi Suhendra yang mada jambatannya 2020-2025 mengatakan, sehubungan dengan penurunan debit air di Sumber Sungai Tanang (kondisi normal tinggi permukaan air di Bron Captering 60 cm, saat ini tinggi permukaan air 37 cm) dan dampak kegiatan normalisasi aliran Pipa 300 MM berdampak gangguan aliran air pada masyarakat.
Pada saat itu Afrizal panggilan Af ini mengeluhkan air dari PDAM belakangan ini tidak hidup, terhitung dari awal tahun 2022 sering tidak hidup dari pada hidup, suda lebih satu bulan Air dari PDAM Bukittinggi tidak mengalir.
"saat ini saya membeli air bersih sekali tiga hari dari jasa air bersih, jasa air bersih satu kali 100 ribu rupiah" ucapnya.
Afrizal, mengaku sempat mendapat pemberitahuan dari PDAM soal akan ada gangguan air bersih. Namun, pihak PDAM tidak ada mensosialisasikan kepada masyarakat sampai kapan ucapnya.
"Bukan hanya kebutuhan air sehari-hari yang terhambat, perekomomian juga terhambat, jangan nanti masyarakat berasumsi bahwa air PDAM ini di gunakan untuk usaha usaha besar seperti perhotelan, sehingga masyarakat yang merasakan dampaknya" ujar Afrizal
" Kita berharap ada kejelasan dari PDAM, karena hingga saat ini kami juga membayar beban kepada PDAM, sementara hak kami sering di abaikan oleh PDAM" pungkasnya
Setelah di konfirmasi ke direktur PDAM Tirta Jam Gadang Budi Suhendra yang mada jambatannya 2020-2025 mengatakan, sehubungan dengan penurunan debit air di Sumber Sungai Tanang (kondisi normal tinggi permukaan air di Bron Captering 60 cm, saat ini tinggi permukaan air 37 cm) dan dampak kegiatan normalisasi aliran Pipa 300 MM berdampak gangguan aliran air pada masyarakat.
(Nia)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Selasa 28 Juli 2026, 12:58 WIB
.
Selasa 28 Juli 2026, 12:57 WIB
.
Selasa 28 Juli 2026, 10:06 WIB
.
Loading...
| Berita Terkini | Indeks |