Breaking News
Tingkatkan Sinergitas Lintas Sektoral, Kanwil Ditjenim kepri Pimpin Rapat TIMPORA dan Operasi Gabungan se-Provinsi Kepri | PTBA Dampingi Petani Kopi Sawahlunto Panen dan Ciptakan Nilai Tambah | Polisi Tangkap Dua Pelaku Curat di Katibung, Satu Di Antaranya Masih Berstatus Pelajar | Pemdes Ruguk Distribusikan Bantuan Pangan Beras 20 Kg dan Minyak 4 Liter Kepada 1.381 Warga Penerima Manfaat  | Sekda Bengkalis Pimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026 | Rayen dan Cece Menangkan Bujang dan Gadis Muara Enim 2026 |

Ratusan Anak TK dan PAUD di Agam Ikuti Lomba Mewarnai di Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka
Rabu 19 Oktober 2022, 18:54 WIB
SiagaOnline.com, Agam - Pemerintah kabupaten Agam melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan gelar lomba mewarnai Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, tingkat Paud se-Kabupaten Agam, Sumatera Barat di komplek Museum Buya Hamka kecamatan Tanjung Raya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan museum dan sosok Buya Hamka kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak,” kata Jufri selaku panitia pelaksana kegiatan saat dikonfirmasi, Rabu (19/10).

Dikatakan, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 450 peserta yang berasal dari siswa PAUD se-kabupaten Agam bagian Barat, yang dibagi menjadi 3 tahap.

“Tahap pertama digelar pada Selasa (18/10) kemaren, diikuti anak-anak PAUD se-Kecamatan Matur sebanyak 50 orang dan Kecamatan Tanjung Raya sebanyak 100 orang,” jelasnya.

Tahap kedua digelar pada hari ini, Rabu (19/10) diikuti anak-anak PAUD se-Kecamatan Lubuk Basung sebanyak 100 orang. Dan tahap ketiga digelar pada hari Kamis (20/10) besok, diikuti oleh PAUD se Kecamatan Tanjung Mutiara, Ampek Nagari, dan Palembayan sebanyak 100 peserta.

Dijelaskan, pada lomba mewarnai ini, seluruh peserta lomba diberikan fasilitas menggambar seperti kertas, krayon, makan siang serta sertifikat, dan bingkisan.

“Diakhir lomba nanti, akan dipilih sebanyak 3 peserta terbaik, dimana terbaik 1 akan diberi uang saku sebanyak Rp2,5 juta, terbaik II sebanyak Rp2 juta, dan terbaik III sebanyak Rp1,5 juta,” sebutnya.

Sementara itu, Kadisdikbud Agam, Isra mengatakan bahwa, pembinaan anak usia dini tidak saja diserahkan kepada pendidik dan guru disekolah, tetapi juga dari orang tua dan masyarakat.

“Pembelajaran dan pendidikan bagi anak usia dini itu penting, yang merupakan usia emas yang akan menjadi pemimpin 20 atau 30 tahun mendatang,” ujarnya.

Ia berharap, melalui pendidikan anak usia dini ini, bisa membentuk karakter anak-anak sejak dini. (Y)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top