Breaking News
Mahasiswa Keperawatan UNP Meriahkan Piaman Berayo Lewat Edukasi Kesehatan dan Pentas Seni | Herman Deru Launching Logo, Maskot Si Bara, dan Theme Song FORPROV II KORMI Sumsel 2026, Targetkan Muara Enim Jadi Role Model Penyelenggaraan Terbaik | PT.Pacifik Indopalm Industries Salurkan Bansos Siswa Anak Yatim Piatu Sekitar Pabrik. | Herman Deru Buka Gubernur Cup Sambo 2026, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi dan Berkarakter | Sky Game Batam Bersama Insan Pers Perkuat Kemitraan Silaturahmi Rutin Dan Ngopi Santai | Polres Pekalongan Kota Gelar Patroli Skala Besar Antisipasi Street Crime Dan Balap Liar Saat Akhir Pekan |

Ratusan Masa Serbu Polda Riau, Minta Hentikan Kasus Pencurian Keluarga
Rabu 10 Mei 2023, 22:11 WIB

SiagaOnline.com, Pekanbaru - Ratusan masa mengatasnamakan Solidaritas Peduli Keadilan Nasional (SPKN) menggelar  aksi unjuk rasa damai ditiga tempat yang berbeda, Rabu (10/05/23).

Aksi damai yang menyerbu Mapolda Riau, Kejaksaan Tinggi Riau dan Polsek Pinggir, Kabupaten Bengkalis itu. Mereka mendesak Polda Riau melepaskan Ventanius  Magiring  Gultom dalam perkara Pencurian  dalam keluarga yang ditangani Polsek Pingggir Bengkalis.

Menurut Koordinator demo dalam orasinya bahwa kasus pencurian dalam keluarga yang ditangani Polsek Pinggir dinilai cacat hukum.

“Penanganan kasus Ventanius  Mangiring M Gultom dalam perkara pencurian dalam keluarga  yang  ditangani Polsek Pinggir dinilai cacat hukum dengan berbagai alasan,” kata Koordinator aksi yang juga Sekjen DPP-SPKN, Romi Frans.

Demi keadilan,  kami mendesak Kapolda Riau, Irjen Iqbal untuk mengehentikan kasus tersebut, harapnya.

Sementara aksi unjuk rasa damai di Mapolda Riau kurang lebih dua jam berlangsung baru diterima beberapa perwakilan pendemo.

Kapolda Riau Irjen M Iqbal diwakili Kasubdit 3 Polda Riau Asep, perkara Venantius Mangiring Gultom sedang tahap I dan akan segera tahap II dan berkas ini pihak kejaksaan sudah tahu.

"Terkait dengan Legal standing pelaporan melaporkan Venantius Mangiring Gultom tidak dapat dijelaskan, dan mengenai hasil gelar perkara yang dilakukan di Polda Riau Pada tanggal 16 Maret 2023 tidak menyatakan harus menerbitkan SP3 Lidik," kata Asep dihadapan beberapa perwakilan aksi.

Asep menjelaskan, mengenai alat bukti berupa kesepakatan tahun 2018 dan 2019 yang dijadikan alat bukti oleh Penyidik Polsek Pinggir tidak dapat dijelaskan namun malah menganjurkan menguji di Pengadilan karena itu merupakan ranah perdata.

"Segala keberatan dari pihak keluarga dan PH terlapor pihak Polda malah menyatakan agar itu dilakukan upaya hukum seperti Praperadilan yang sudah diatur dalam undang-undang. Kasus Venantius Mangiring Gultom akan tetap dikawal sehingga Penyidik Polsek Pinggir dapat bekerja dengan transparansi," jelas Asep.

 Asep berterimakasih atas unjuk rasa yang diadakan SPKN sehingga kasus Venantius Mangiring Gultom akan tetap dikawal sehingga Penyidik Polsek Pinggir dapat bekerja dengan transparansi.

Usai orasi di Polda Riau, ratusan masa melanjutkan di Kantor Kejaksaan Tinggi Riau menyampaikan tuntutan, Kaspenkum Kejati Riau Bambang, langsung menerima aspirasi pendemo.

“Mengenai aspirasi berupa tuntutan dari SPKN yaitu hentikan kasus yang dituduhkan kepada Venantius Mangiring Gultom dan segera keluarkan SKP2 Karena proses penyidikannya sudah bermasalah, akan kita lanjutkan kepada pimpina,” pungkas Bambang.

Dalam keterangan Kapolsek Pinggir Kompol Ade Zaldi saat menerima perwakilan pendemo usai menyampaikan aspirasi di Markas Polsek  Pinggir.

“Hasil dari gelar  perkara dari Polda Riau belum diturunkan Kepolsek Pinggir,” pungkas Ade Zaldi.(*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top