Breaking News
PWI Riau Buka Pendaftaran Anugerah Jurnalistik Ali Kelana 2026, Angkat Tema Energi Berkelanjutan  | Lolos Tingkat Pusat, Ini Daftar 6 Nama Calon Paskibraka Nasional Perwakilan Provinsi Riau  | Revitalisasi JPO Sudirman Tahap Pemasangan Lampu Hias, Spot Ikonik di Pekanbaru Segera Rampung | Ribuan Titik PJU di Kota Pekanbaru Rampung Diperbaiki | Hadir di Tengah Masyarakat, Kapolres Pekalongan Kota Pimpin Patroli Skala Besar Hingga Dini Hari | Hut Bhayangkara ke-80, Polres Pekalongan dan Dinkes Gelar Skrining Massal TB Paru |

Berseteru Dengan Barat, Parlemen Rusia Batalkan Kesepakatan Pengerahan Pasukan
Rabu 17 Mei 2023, 11:05 WIB

SiagaOnline.com, Moskow - Duma atau majelis rendah parlemen Rusia dengan suara bulat memilih untuk secara resmi menarik diri dari kesepakatan penting era Perang Dingin . Keputusan diambil setelah lebih dari delapan tahun setelah Moskow menghentikan partisipasinya.


Pemungutan suara di Duma Negara dilakukan kurang dari seminggu setelah Presiden Vladimir Putin memperkenalkan rancangan undang-undang yang “mengecam” Perjanjian Angkatan Bersenjata Konvensional di Eropa pada 10 Mei lalu. Perjanjian itu sendiri bertujuan untuk mencegah dua negara yang bersaing selama Perang Dingin mengerahkan pasukan di atau dekat perbatasan bersama. Kesepakatan itu ditandatangani pada November 1990, tetapi tidak sepenuhnya diratifikasi hingga dua tahun kemudian.

Utusan yang ditunjuk Putin, Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov, mengatakan kepada Duma Negara bahwa negara-negara NATO telah "membuat tidak mungkin" bagi Rusia untuk tetap berada dalam perjanjian dengan mengizinkan perluasan aliansi ke Eropa Tengah dan Timur.

Ryabkov juga menggambarkan perjanjian itu bertentangan dengan kepentingan keamanan Rusia dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Senin di Parliamentskaya Gazeta, mingguan yang diterbitkan oleh Duma Negara.

Ryabkov mengatakan kepada anggota parlemen bahwa menyelesaikan proses penarikan akan memakan waktu sekitar enam bulan.

Pernyataan Ryabkov ditegaskan kembali oleh deputi kunci selama sidang parlemen. Ketua Duma Negara Leonid Slutsky menuduh bahwa perjanjian itu "sudah lama ada hanya di atas kertas," sementara Andrey Kartapolov, ketua komite parlemen Rusia, mengatakan bahwa perjanjian itu telah dianggap usang oleh penempatan infrastruktur militer NATO di negara-negara anggota Eropa Tengah dan Timur seperti dikutip dari The Associated Press, Rabu (17/5/2023).

Dewan Federasi, majelis tinggi yang dikontrol Kremlin Rusia yang umumnya mengesahkan undang-undang yang telah disetujui Duma, dijadwalkan untuk mempertimbangkan penarikan Rusia dari perjanjian itu pada Rabu depan.

Moskow pertama kali mengumumkan niatnya untuk benar-benar menarik diri dari perjanjian tersebut pada awal 2015. Sejak Februari lalu, operasi militer Moskow di Ukraina telah melibatkan ratusan ribu tentara Rusia yang dikirim ke negara itu, yang berbatasan dengan anggota NATO Polandia, Slovakia, Rumania dan Hungaria.

Sumber: Sindonews.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top