SiagaOnline.com, Tanjungpinang – Sebanyak 11 orang' pedagang masih tersisa dan bertahan dari 540 lapak yang tersedia dan disiapkan oleh pemerintah untuk para pedagang di pasar sementara batu 7 tepatnya bersebelahan kantor Disdukcapil kota Tanjungpinang kilometer 7 Jalan Kijang Lama, Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjung Pinang, Rabu (12/7/23).
Dari sebelas pedagang yang tersisa dan bertahan di pasar sementara batu 7 dua diantaranya keluhkan sepinya pembeli ditambah lagi setoran sebesar Rp 220 ribu (dua ratus dua puluh ribu rupiah) untuk sewa menyewa lapak yang harus dibayar setiap bulannya kepada pihak pengelola BUMD kota Tanjungpinang.
"Kami sudah jalan 10 bulan dagang sayur mayur di lapak dengan ukuran lebih kurang 1X2 meter dan setiap bulannya kami setor uang sewa lapak ke pihak BUMD kota Tanjungpinang sebesar Rp 220 ribu," cetus seorang emak pedagang sayur di pasar batu 7.
Masuk pertama gratis dan masuk di bulan ke- dua baru bayar Rp 220.000 ditambah bayar uang SP sebesar Rp 50.000 per tahunnya, lanjut kedua pedagang tersebut.
"Kenapa pasar ini sepi dari pembeli kerana tidak lengkap dan kedua tidak sejalan artinya, kalau orang pasar lama serba salah ke pasar ini, kemudian jalan disini mati tidak cocok sebagai tempat berdagang, karena jauh dari transportasi laut," ujar kedua pedagang tersebut.
Diketahui pasar baru batu 7 jalan kijang lama tepatnya bersebelahan dengan kantor Disdukcapil kota Tanjungpinang kelurahan Melayu kota piring kecamatan Tanjungpinang timur menelan anggaran Rp 3,2 Miliar dialokasikan melalui dinas PUPR kota Tanjungpinang pada bidang Cipta Karya. (Zen)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |