SiagaOnline.com, Lamsel - Upaya untuk penurunan pencegahan dan penanganan angka stunting, Camat Ketapang Rendy Eko Supriyanto, S.STP menekankan pentingnya pencegahan awal dan penanganan terhadap anak yang dinyatakan terkena stunting. Terutama dibidang Kesehatan sebagai faktor pendukung maupun pemicu adanya resiko stunting.
Guna mendukung program pemerintah terkait penurunan angka stunting di Kecamatan Ketapang, khususnya di Desa Tri Dharmayoga salah satunya menggelar Rembuk Stunting Tahun 2023 bersama lintas sektoral, Selasa (18/07/2023) sore di balai Desa Tri Dharmayoga Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan.
"Kita tekankan kepada masyarakat atau warga untuk pencegahan stunting di mulai dari kesehatan lingkungan, yakni wajib setiap rumah memiliki jamban. Atau minimal kalau tidak memiliki, lingkungan tersebut wajib ada WC komunal. Sesuai program yang telah diluncurkan oleh Pemkab Lamsel, yakni ODF agar tak buang hajat sembarangan. Sehingga Kesehatan masyarakat terjaga," kata Camat Rendy.
Selain itu, untuk pencegahannya melibatkan lintas sektoral terutama, UPTD Kesehatan dan kader sebagai garda terdepan. Dengan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan program K3 (Kandang, Kolam dan Kebun) sebagai pemenuhan gizi keluarga secara mandiri yang dibantu oleh pemerintah desa mulai dari sarana dan prasarananya.
"Apalagi kita ketahui, sesuai data dari kader ditemukan 2 kasus anak balita yang dinyatakan stunting. Peran kader untuk mendata, melaporkan serta mengusulkan kepada pemerintah desa, untuk penanganan serta penanggulangannya. Yang mana nanti akan di anggarkan melalui Musdus, Musrenbangdes sampai Musrenbang kecamatan. Untuk dianggarkan pada anggaran tahun 2024," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Effendi selaku pendamping desa memaparkan bahwa dasar rembuk stunting Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang "Percepatan Penurunan Stunting "dan Program Pemkab Lampung Selatan, khususnya Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Lampung Selatan yang di Ketuai oleh Hj. Winarni Nanang Ermanto di tahun 2024 targetnya Lampung Selatan, zero Stunting.
"Pemerintah desa, bisa menganggarkan untuk pencegahan, penanganan sampai penurunan angka stunting dengan menggunakan anggaran dana desa. Dengan syarat diusulkan oleh kader sesuai bidangnya masing-masing," Ucapnya.
Bukan hanya, pendamping desa selaku narasumber pemaparan materi tentang penurunan angka stunting, ada dari Dalduk, UPTD Kesehatan Kecamatan Ketapang dan unsur terkait lainnya.
Diakhir rembuk tersebut, sesi tanya-jawab ketika ada kader yang belum faham maupun usulan penanganan. Dan dilanjutkan sesi berswafoto bersama.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Camat Rendy Eko Supriyanto, S.STP bersama unsur lintas sektoral di Kecamatan Ketapang, Kepala Desa Tri Dharmayoga I Made Ardana beserta aparatur desa, seluruh kader Desa Tri Dharmayoga. (Alfian)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |