Breaking News
Defizon: Kloter BTH 12 Jadi Penutup Kepulangan Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama  | SPMB Riau Segera Ditutup, Pendaftar Diimbau Optimalkan Pilihan Kedua dan Ketiga  | Pelamar Bisa Daftar Secara Online Dalam Kota Pekanbaru Job Fair 2026 | Dispusip Gelar Pameran Foto Geliat Kota dari Masa ke Masa Pada Momen HUT Pekanbaru | Bukan Sekadar Kejuaraan, Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Suguhkan Cosplay, Meet & Greet, Food Festival hingga Pelayanan Kesehatan Gratis | Terang untuk Kelancaran MTQ, Dishub Kuansing Tuntaskan PJU di Kawasan Astaka. |

Fraksi PKS Tetap Menyuarakan Kepentingan Masyarakat Menolak Penyesuaian Tarif Pelabuhan
Kamis 20 Juli 2023, 07:53 WIB

SiagaOnline.com, Tanjungpinang - Dinamika yang terjadi Dimata masyarakat kota Tanjungpinang Saat ini yangmana PT. PELINDO (PERSERO) pada bulan Agustus akan menaikan tarif pass pelabuhan menjadi Rp 15.000 (lima belas ribu rupiah) justru hal tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak termasuk dari fraksi partai keadilan sejahtera (PKS).


kecaman serta penolakan kenaikan tarif pas pelabuhan, mempunyai alasan tersendiri dari Fraksi partai PKS. Karena kondisi masyarakat yang belum bangkit dari Fademi kemudian fasilitas pelabuhan Domestik Tanjungpinang  belum memadai sehingga hal ini menjadi cacatan penting dari Fraksi partai PKS, menolak keras atas kenaikan tarif pelabuhan oleh PT Pelindo.

Ketua DPD partai keadilan sejahtera (PKS) kota Tanjungpinang Ismiyati, mengambil sikap tetap menolak atas kenaikan Tarif pas pelabuhan.

"Partai keadilan sejahtera (PKS) tetap menyuarakan kepentingan dari masyarakat menolak kenaikan tarif Pelindo," ujar Ismiyati.

Ismiyati meluruskan tentang kehadiran pak Nasrul anggota komisi III, serta selebaran surat yang diterima.

"Saat itu pak Nasrul dari komisi III, sedang DL  ke Makassar dan mereka ada pembicaraan untuk itu," ujar Ismiyati.

Dikatakan Ismiyati, Pelindo tidak bisa menjadikan pertemuan dengan komisi III sebagai dasar untuk menaikan tarif karena komisi III bukan lembaga yang membuat kebijakan.

Lebih lanjut Ismiyati mengatakan, sebagai objek Pelindo adalah masyarakat kota Tanjungpinang, seharusnya ada duduk bareng antara Pelindo dengan pemerintah kota Tanjungpinang.

"Jadi kalau Pelindo ini kan BUMN, yang menjadi objek Pelindo itu kan, masyarakat Tanjungpinang harusnya ada duduk bareng antara Pelindo dengan pemerintah kota, sementara DPRD cukup mengetahui menjadi saksi penengah lah ya untuk mengetahui isi pertemuan dalam keputusan tersebut," kata Ismiyati.

Lebih Lanjut Ismiyati mengatakan, pertemuan Pelindo dengan komisi bukan sebagai  dasar menaikkan harga tarif jadi kalau pelindo menggunakan pertemuan dengan komisi sebagai dasar untuk menaikkan tarif meskipun komisi setuju, tapi tidak bisa dijadikan sebagai dasar partai PKS sebagai lembaga tentu tetap, menyuarakan kepentingan masyarakat, ucap Ismiyati.

Dengan tegas, Ismiyati berharap, Pelindo harus membatalkan rencana kenaikan itu, karena tidak sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini.

"Alasan pertama kondisi masyarakat yang belum lagi bangkit dari pandemi, ekonomi belum pulih, belum lama tarif kapal juga sudah naik dan menjadi alasan kedua, mengenai fasilitas Pelabuhan Pelindo Tanjung Pinang itu, fasilitasnya tidak memadai. Kalau dengan tarif Rp 10.000 saja sebetulnya belum layak karena jarak dari depan sampai kedalaman jauh," ujar Ismiyati.

Jika dibandingkan dengan pelabuhan di Batam yang sama-sama tarif nya Rp 10.000 menurut Ismiyati, fasilitas dibatam ada liff ada eskalator fasilitasnya bagus.

"Jadi, Kalau Batam Saja dikenakan tarif Rp 10.000 dengan fasilitas nya bagus kenapa di Tanjungpinang dengan Fasilitas apa adanya mau naik tarif nya tentu tidak Fear," pungkas Ismiyati.


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top