SiagaOnline.com, Tanjungpinang - Kabar gembira bagi wali murid siswa dan siswi sekolah menengah tingkat pertama (SMP) kota Tanjungpinang dimana pemerintah melalui walikota Tanjungpinang telah melaksanakan program proyek Strategis berupa pembangunan gedung sekolah dan ruang belajar baru bagi siswa dan siswi SMPN 17 Tanjungpinang tahun ini.
Kepala dinas PUPR kota Tanjungpinang Rusli mengatakan, sudah dua hari yang lalu pelaksanaan tahap satu pembangunan gedung sekolah SMPN 17 yang baru ditanjungpinang Timur telah mulai dikerjakan.
"Untuk desain dan perencanaan gedung sekolah SMPN 17 berasal dari dinas pendidikan, sementara pihak PUPR kota Tanjungpinang hanya sebagai pelaksana saja. Insyaallah sebelum bulan Desember gedung sekolah tersebut sudah selesai dikerjakan dan bisa ditempati oleh siswa dan siswi pada bulan Desember nanti," ucap Rusli.
Pelaksanaan pembangunan gedung sekolah SMPN 17 direncanakan akan dilakukan dua tahap. Untuk ditahap satu,dana yang disiapkan hanya Rp 3 miliar bersumber dari APBD kota Tanjungpinang 2023. Gedung tersebut terdiri dari tiga ruangan belajar dan satu ruang majelis guru, lanjutnya.
Menurut Rusli Sistem pelelangan proyek sekarang ini, sudah berubah dan molor-molor kegiatan.
"Sekarang sebelum kita ajukan proses lelang itu kita harus sudah menyelesaikan dulu prodak dalam negeri P3DN yang hubungan nantinya ke pusat, dengan proses makan waktu lebih satu minggu. Kemudian setelah itu, akan dilakukan audit verifikasi dengan Inspektorat dan setelah itu dilelang akan ada verifikasi lagi oleh PPBJ," kata Rusli.
Kepala dinas PUPR kota Tanjungpinang Rusli saat disinggung soal perencanaan pembangunan proyek batu miring yang ada dilokasi jembatan buaya km II jalan merpati, kelurahan batu IX, kecamatan Tanjungpinang timur.
Ia menyampaikan bahwa untuk melaksanakan program tersebut, ranahnya BWS kementrian yang sumber dana dari APBN minimal sumber dana dari provinsi baru bisa terlaksana.
"Kami hanya lakukan normalisasi saja, makanya sudah 1600 meter kita telah lakukan normalisasi yang dimulai dari Srikaton sampai ke perum Puspandari," ucap Rusli.
Disebutkan Rusli istilah Normalisasi adalah dalam bentuk menggali serta melebarkan. Kemaren ada 7 sampai 8 meter yang tadinya ada 3 sampai 4 meter sekarang kita buka menjadi 8 meter, paling kecil 5 meter karena terkena rumah orang.
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |