SiagaOnline.com, Lamsel - Patut diapresiasi, Pemerintahan Desa Bangun Rejo dalam membantu masyarakatnya yang tidak memiliki tempat hunian atau tempat tinggal. Dikarenakan kondisi perekonomian lemah (Prasejahtera) sebanyak 8 unit rumah hunian yang bersumber dari swadaya aparatur desa dan masyarakat.
Delapan unit rumah sederhana yang telah dibangun tersebar di empat dusun di wilayah Desa Bangun Rejo. Adapun data yang telah dibangun adalah sebagai berikut:
1. Ibu Muji yang beralamat di RT/RW 001/001 Desa Bangun Rejo kondisi sebelumnya hampir roboh.
2. Tri Ahmadi yang beralamat di RT/RW 008/003 Desa Bangun Rejo, kondisi sebelumnya roboh.
3. Nanang yang beralamat di RT/RW 012/004 Desa Bangun Rejo, kondisi sebelumnya roboh.
4. Surip yang beralamat di RT/RW 011/004 Desa Bangun Rejo, kondisi sebelumnya roboh.
5. Sumiati yang beralamat di RT/RW 013/005 Desa Bangun Rejo, kondisi sebelumnya tidak memiliki tempat tinggal.
6. Kormen yang beralamat di RT/RW 010/004 Desa Bangun Rejo, sebelumnya tidak mempunyai tempat tinggal. Namun khusus untuk milik Kormen ada dua sumber, yakni stimulan Alokasi Dana Desa (ADD) Rp.10 juta + swadaya aparatur desa Rp.3 juta-an lebih.
7. Surohmiati yang beralamat di RT/RW 001/001 Desa Bangun Rejo, kondisi sebelumnya tidak layak huni.
8. Sutiyem yang beralamat di RT/RW 012/004 Desa Bangun Rejo, kondisi sebelumnya tidak memiliki tempat tinggal.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Desa Bangun Rejo, Rohgiyanto saat ditemui di kediamannya di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (29/7/2023). Dirinya berharap kedepannya Pemkab Lampung Selatan sedikit perhatian terhadap kondisi warganya yang masih banyak tidak memiliki rumah maupun kondisi tidak layak huni di wilayahnya.
"Khusus untuk Desa Bangun Rejo, sejak pemerintahan kepala desa sebelum saya menjabat, hingga saat ini, belum pernah mendapatkan program bedah rumah dari Pemkab Lamsel. Yang kita bangun saat ini, murni swadaya kita, antara perangkat desa dan masyarakat. Dari delapan yang kita bangun, hanya satu yang kita anggarkan dari ADD Rp. 10 juta, namun tidak mencukupi. Tetap kita secara swadaya agar bisa dihuni," bebernya.
Kades Rohgiyanto pun, bersama perangkat desanya tetap mencari jalan keluar. Agar warganya yang prasejahtera satu persatu di bantu. Meskipun bukan dari program pemerintah. Dirinya komitmen bersama Perangkat Desa Bangun Rejo, selalu mengedepankan gotong-royong. Seperti pepatah mengatakan berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, pungkas Kades Rohgiyanto. (Alfian)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |