Breaking News
Defizon: Kloter BTH 12 Jadi Penutup Kepulangan Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama  | SPMB Riau Segera Ditutup, Pendaftar Diimbau Optimalkan Pilihan Kedua dan Ketiga  | Pelamar Bisa Daftar Secara Online Dalam Kota Pekanbaru Job Fair 2026 | Dispusip Gelar Pameran Foto Geliat Kota dari Masa ke Masa Pada Momen HUT Pekanbaru | Bukan Sekadar Kejuaraan, Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Suguhkan Cosplay, Meet & Greet, Food Festival hingga Pelayanan Kesehatan Gratis | Terang untuk Kelancaran MTQ, Dishub Kuansing Tuntaskan PJU di Kawasan Astaka. |

Dianggap Proyek Gagal, Program Sanitasi Septic Tank Timbulkan Aroma Busuk
Senin 31 Juli 2023, 18:40 WIB

SiagaOnline.com, Tanjungpinang - Belum hampir setahun lagi, proyek melalui program Sanitasi dari pihak kementerian kesehatan RI berupa pemasangan Septic Tank, dengan teknik mempergunakan dua buah Drum disambung dengan mempergunakan alat sambung Pipa PCV sudah mulai dikeluhkan oleh sejumlah warga kampung Bulang laut, kelurahan kampung Bulang, kecamatan Tanjungpinang timur, Kota Tanjungpinang.


Pasalnya, keluhan tersebut disampaikan oleh sejumlah warga kampung Bulang karena Septic Tank tersebut telah mengeluarkan Aroma bau busuk seperti aroma kotoran manusia.

Untuk menghindari dari pencemaran udara dan untuk  menjaga kesehatan keluarga dan lingkungannya akibat terhirup aroma Busuk tersebut. Sejumlah warga kampung Bulang yang mendapatkan bantuan program sanitasi tersebut terpaksa membuka dan tidak mempergunakannya sebagai alat sarana Sanitasi.

Informasi yang diterima bahwa proyek tersebut di mulai pada tahun 2022 bulan 11 lalu terkait proyek tersebut dianggap gagal dan tidak layak karena diduga mencemari daerah pesisir pantai dan pencemaran udara.

Hasirin Ketua Forum RT RW se-kota Tanjungpinang sekaligus penanggung jawab kerjaan mengatakan, ia sudah laksanakan serah terima kerjaan dari pihak perwakilan kementerian kesehatan dan sudah ada uji petik.

Ia sudah melakukan kerjaan sesuai dengan standar yang telah dibuat oleh pemegang hak paten dari Batam, bahkan ia juga telah lakukan koordinasi dengan dinas terkait seperti pihak Puskesmas dinas kesehatan kota dan provinsi, ujar Hasirin, Senin (31/7/23).

Menurut Hasirin Ada sebanyak 18 unit yang telah dikerjakan dianggarkan Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah) untuk satu rumah, dipakai dua drum penampung.

"Satu rumah dua drum penampung dan tidak menyatu dengan yang lain," ujar Hasirin.

Dikatakan Hasirin Karena dikelurahan kampung Bulang hampir tidak ada Bakau jadi dibuat kedudukan WC nya dan kedudukan Drum tersebut dipakai Cincin sumur yang diCor.

"Untuk masyarakat yang sudah punya dudukan WC itu tidak diganti kedudukannya jadi yang masuk langsung ke dalam laut itu langsung disambungkan kedalam Drum," jelasnya.

Terkait dampak Bau tersebut Hasirin sebut, kalau disitu ada bau mungkin ada kebocoran. (Zen)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top